Harga Gula Turun Menguatnya Indeks Dolar AS

618
gula, beet

(Vibiznews – Commodity) – Harga gula turun pada penutupan pasar hari Kamis menguatnya indeks dolar AS sehingga terjadi likuidasi di pasar berjangka. 

Harga gula Mei di ICE New York turun 26 sen (1.26%) menjadi $20.31. Harga gula Mei di ICE London turun 0.54%. 

Harga gula turun dari harga tertinggi 6 tahun pada hari Selasa karena persediaan kurang. Kenaikan harga hari Jumat karena International Sugar Organization (ISO) menurunkan pasar global surplus 2022/23 menjadi 4.15 MMT dari perkiraan Nopember 6.19 MMT . ISO memperkirakan produksi global 2022/23 naik 4.8% dari tahun lalu menjadi 180.4 MMT. 

ISO juga menaikkan defisit 2021/22 gula global menjadi 2.25 MMT dari perkiraan sebelumnya 1.67 MMT. 

Harga gula naik dari 17 Februari setelah India tidak mengijinkan tambahan ekspor dari 6.1 MMT yang sudah disetujui sebelumnya. Pemerintah India khawatir akan hasil panen gula India yang kurang membuat persediaan domestik berkurang pada tahun ini.  

The Indian Sugar Mills Association (ISMA) melaporkan bahwa hasil gula India dari Oktober sampai 15 Februari naik 2.8% dari tahun lalu menjadi 22.84 MMT.  

Harga gula naik tinggi pada bulan lalu karena kekhawatiran produksi gula turun. Pada 31 Januari the Indian Sugar Mills Association (ISMA) mengurangi perkiraan produksi gula menjadi 34 MMT dari perkiraan Oktober 36.5 MMT. Dan memotong perkiraan ekspor 2022/23 menjadi 6.1 MMT dari perkiraan Oktober 9 MMT. 

ISMA melaporka juga pabrik penggilingan tebu meningkatkan  mengubah gula jadi etanol dari 4.5 MMT menjadi 5 MMT di 2022/23 

Produksi gula di Eropa turun sehingga harga gula naik. The European Association of Sugar Manufacturers pada  8 Desember  memperkirakan bahwa hasil gula Uni Eropa turun 7% dari tahun lalu menjadi 15.5 MMT 

Harga gula turun karena naiknya persediaan gula. Kenaikan produksi Brazil  setelah Laporan Unica  pada hari Senin produksi Brazil 2022/23 di pertengahan Februari naik 4.5% dari tahun lalu menjadi 33.503 MMT. 

Thai Sugar Mills Corp pada1 Februari lalu memperkirakan produksi gula Thailand di 2022/23 naik 14% dari tahun lalu menjadi 11.55 MMT. Ekspor gula Thailand di 2022/23 turun 17 % dari tahun lalu menjadi 9.05 MMT. 

Green Pool Commodity Specialists pada hari Senin mengatakan bahwa produksi gula Thailand di 2023 akan mencapai 6.59 MMT sampai 8 Februari naik 10% dari tahun lalu, karena kenaikan kandungan gula di tebu meningkat 

Analisa tehnikal untuk gula dengan support pertama di $20.10 kemudian ke           $ 19.60 sedangkan resistant pertama di $20.80  dan berikut ke $21.40. 

https://www.vibiznews.com/2023/03/02/rekomendasi-minyak-3-maret-2023-berhasil-memperpanjang-kenaikan/  

Loni T / Senior Analyst Vibiz Research Centre Division, Vibiz Consulting 

https://www.vibiznews.com/2023/02/27/review-minggu-ke-iv-februari-harga-kopi-gula-kakao-turun/