RBA Hentikan Pengetatan Kebijakan Moneternya, Suku Bunga April Tetap

591
RBA audusd

(Vibiznews – Economy) – Bank sentral Australia (RBA) memutuskan untuk menghentikan pengetatan kebijakan moneternya pada pertemuan bulan April Selasa (4/4).

Dewan kebijakan Reserve Bank of Australia memutuskan suku bunga tidak berubah pada 3,60% sesuai dengan ekspektasi, setelah pertemuan sebelumnya dinaikkan 25 basis poin.

RBA juga mempertahankan suku bunga pada saldo Exchange Settlement tidak berubah pada 3,50%.

Keputusan untuk menghentikan suku bunga di level tertinggi sejak Mei 2021 terjadi setelah sepuluh kenaikan suku bunga berturut-turut.

Australia Interest Rate

Dewan mengamati bahwa kebijakan moneter berjalan dengan lambat dan efek penuh dari kenaikan suku bunga yang substansial ini belum dirasakan, kata Gubernur RBA Philip Lowe.

Selain itu, keputusan untuk menahan suku bunga akan memberikan waktu tambahan menilai dampak dari kenaikan sebelumnya hingga saat ini dan prospek ekonomi.

Meskipun demikian, dewan memperkirakan bahwa pengetatan kebijakan moneter lebih lanjut mungkin diperlukan untuk memastikan bahwa inflasi kembali ke target.

Dalam menilai kapan dan seberapa jauh tingkat suku bunga perlu dinaikkan, dewan akan mempertimbangkan perkembangan ekonomi global, pola pengeluaran rumah tangga dan prospek inflasi serta pasar tenaga kerja.

Philip Lowe juga menegaskan  dewan tetap teguh dalam tekadnya untuk mengembalikan inflasi ke target dan akan melakukan apa yang diperlukan untuk mencapainya.

Inflasi diperkirakan akan mereda tahun ini dan tahun depan, menjadi sekitar 3,0% pada pertengahan 2025.

Dan untuk ekonomi diperkirakan tumbuh di bawah tren selama beberapa tahun ke depan karena suku bunga yang lebih tinggi, krisis biaya hidup dan jatuhnya harga rumah.

Ketika pertumbuhan ekonomi melambat, pengangguran diperkirakan akan meningkat, kata Lowe.

Terkait masalah sistem perbankan baru-baru ini, Lowe mengatakan sistem perbankan Australia kuat, memiliki permodalan yang baik, dan sangat likuid.

Bank-bank Australia berada di posisi yang tepat untuk menyediakan kredit yang dibutuhkan perekonomian.