(Vibiznews – Economy & Business) – Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS), perekonomian pada tiga bulan pertama tahun ini tumbuh 5,03 persen secara tahunan (yoy).
Dari sisi produksi, Lapangan Usaha Transportasi dan Pergudangan mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 15,93 persen. Sementara dari sisi pengeluaran, Komponen Ekspor Barang dan Jasa mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 11,68 persen.
Pertumbuhan ekonomi tumbuh lebih tinggi pada kuartal I-2023, bila dibandingkan kuartal sebelumnya maupun periode sama tahun sebelumnya.
Ini lebih tinggi dari capaian pertumbuhan ekonomi kuartal I-2022 yang sebesar 5,025% secara tahunan. Dan lebih tinggi dari pertumbuhan kuartal IV-2022 yang sebesar 5,01% secara tahunan.
Menurut Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik Moh. Edy Mahmud, Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia atas dasar harga berlaku (ADHB) sebesar Rp Rp5.071,7 triliun .Kemudian, bila dilihat atas dasar harga konstan (ADHK) tercatat Rp 2.961,2 triliun.
Edy menyebut, capaian pertumbuhan ekonomi ini cukup manis. Bahkan menunjukkan kalau pertumbuhan ekonomi Indonesia masih gigih.
“Ini menunjukkan perekonomian Indonesia yang masih stabil. Kalau diperhatikan, dari kuartal IV-2021 pertumbuhan terus di atas 5% yoy,” tutur Edy dalam konferensi pers, Jumat (5/5) di Jakarta.
Namun, bila melihat secara kuartalan, pertumbuhan ekonomi triwulan I 2023 nampak terkontraksi 0,92%.
Dari sisi produksi, kontraksi pertumbuhan terdalam terjadi pada Lapangan Usaha Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial sebesar 14,56 persen. Sementara dari sisi pengeluaran, Komponen Pengeluaran Konsumsi Pemerintah (PK-P) mengalami kontraksi pertumbuhan terdalam sebesar 45,38 persen.
Hanya saja, Edy mengatakan ini sesuai dengan pola musiman. Memang biasanya, pertumbuhan ekonomi secara kuartalan mencatat pertumbuhan negatif pada awal tahun.
Kelompok provinsi di Pulau Jawa pada triwulan I-2023 mencatat dominasi struktur ekonomi Indonesia secara spasial dengan peranan sebesar 57,17 persen dengan kinerja ekonomi yang mengalami perlambatan pertumbuhan sebesar 4,96 persen dibanding triwulan I-2022 (y-on-y).
Belinda Kosasih/ Partner of Banking Business Services/Vibiz Consulting



