Rekomendasi Minyak 6 September 2023: Lompat ke Sekitar $87.00

463
Vibizmedia Photo

(Vibiznews – Commodity) Harga minyak mentah berjangka benchmark Amerika, West Texas Intermediate (WTI) di bursa Nymex mengalami lonjakan mendadak naik ke ketinggian tahunan yang baru di sekitar $87.01 pada jam perdagangan sesi AS hari Selasa malam. Kenaikan harga minyak mentah WTI merupakan reaksi terhadap komitmen Rusia dan Arab Saudi dimana kedua negara ini bersepakat untuk memangkas produksi minyak mentah mereka sampai bulan Desember yang mana lebih panjang daripada yang diperkirakan pasar sebelumnya.

Harga minyak mentah WTI pada jam perdagangan sesi Asia hari Selasa pagi  berkonsolidasi  di atas $85.00, di sekitar $85.15 per barel dan diperdagangkan dalam rentang harga yang sempit.

Namun harga minyak mentah WTI turun ke bawah $85.00 diperdagangkan di sekitar $84.80 selama jam perdagangan sesi Eropa hari Selasa. Tekanan turun terhadap harga minyak mentah WTI disebabkan terjadinya penurunan di dalam aktifitas jasa dalam ekonomi Cina. Cina melaporkan data Purchasing Manager Index (PMI) Jasa Caixin untuk bulan Agustus yang turun ke angka 51.8 dari sebelumnya di 54.1.

Data PMI Jasa Caixin Cina ini meningkatkan ketakutan akan kondisi ekonomi yang suram di Cina yang membebani harga minyak mentah.

Meskipun demikian penurunan harga minyak mentah dibatasi oleh kekuatan naik yang berasal dari sisi supply maupun demand.

Prospek akan semakin ketatnya supply minyak mentah global, bersamaan dengan harapan akan pulihnya permintaan minyak mentah dari Cina, menjadi faktor kunci yang mendukung naik harga minyak mentah.

Faktanya, para investor mengantisipasikan Organization of the Petroleum Exporting Countries (OPEC) dan sekutunya (OPEC+) akan memperpanjang pemangkasan produksi sampai akhir tahun ini. Terlebih lagi, Arab Saudi – eksportir utama dunia – diantisipasikan secara luas akan memperpanjang pemangkasan produksi secara sukarela sebesar 1 juta barel per hari untuk bulan ke empat berturut-turut sampai ke bulan Oktober.

Di tambah lagi, Deputi PM Rusia Alexander Novak mengatakanb bahwa Moskow telah sepakat dengan para partner OPEC+ mengenai parameter untuk melanjutkan pemangkasan ekspor pada bulan Oktober.

Investor sekarang sedang menunggu detil lebih lanjut dari kesepakatan yang akan diumumkan pada minggu ini.

Sementara itu, otimisme akan stimulus tambahan dari Cina, untuk menunjang pemulihan melambatnya ekonomi akan mendorong naik demand akan minyak mentah ikut mendukung kenaikan harga minyak mentah WTI.

Support & Resistance 

“Support” terdekat menunggu di $86.28 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $85.30 dan kemudian $84.28. “Resistance” yang terdekat menunggu di $88.00 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $88.87 dan kemudian $90.00.

Ricky Ferlianto/VBN/Head Research Vibiz Consulting

Editor: Asido