IHSG Senin Pagi Melemah 1% ke Sekitar 6.777; Masuk ke Oversold, di 3,5 Bulan Terendahnya

338
Vibizmedia Photo

(Vibiznews – IDX) – Dalam perdagangan bursa saham, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Senin pagi ini (23/10) terpantau melemah cukup signifikan 72,118 poin (1,05%) ke level 6.777,050 setelah dibuka turun ke level 6.831,034.

IHSG tertekan ke 3,5 bulan terendahnya dan searah regional, sementara bursa kawasan Asia pagi ini umumnya melemah melemah mencermati data inflasi di regional, serta mengikuti Wall Street yang di akhir pekan tergerus oleh melejitnya yields US Treasury.

Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) pagi ini melemah 0,17% atau 27 poin ke level Rp 15.887, dengan dollar AS di pasar uang Asia merangkak naik setelah terkoreksi 2 hari di sesi global sebelumnya; bergerak perlahan sementara investor concern terhadap tensi geopolitik dalam perang Israel – Hamas dan kenaikan yields US Treasury.

Rupiah melemah dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp 15.860, serta terpantau bearish mendekati Rp16.000 ke level 3,5 tahun terendahnya, sejak April 2020.

Mengawali perdagangannya, IHSG melemah 18,134 poin (0,26%) ke level 6.831,034. Sedangkan indeks LQ45 turun 1,020 poin (0,11%) ke level 910,872. Pagi ini IHSG melemah 72,118 poin (1,05%) ke level 6.777,050. Sementara LQ45 terlihat turun 0,98% atau 8,948 poin ke level 902,944.

Tercatat saat ini sebanyak 148 saham naik, 384 saham turun dan 178 saham stagnan.

Sementara itu, bursa Wall Street di akhir pekan ditutup merosot oleh melejitnya yields US Treasury yang mengkhawatirkan dampak ekonominya. Sedangkan, bursa regional pagi ini melemah, di antaranya Nikkei yang merosot 0,52%, dan Indeks Hang Seng yang turun 0,11%.

Analis Vibiz Research Center melihat pergerakan bursa kali ini dibuka terkoreksi kembali ke 3,5 bulan terendahnya, sementara bursa kawasan Asia pagi ini mengikuti Wall Street yang di akhir pekan tergerus oleh melejitnya yields US Treasury.

Berikutnya IHSG kemungkinan akan berupaya mengurangi loss-nya karena sudah cukup jauh di oversold area, dengan mengacu kepada fundamental bursa kawasan. Resistance mingguan saat ini berada di level 6.986 dan 6.993. Sedangkan bila menemui tekanan jual di level ini, support ke level 6.803, dan bila tembus ke level 6.783.

 Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting Group