(Vibiznews – Commodity) Harga minyak mentah berjangka benchmark Amerika, West Texas Intermediate (WTI) di bursa Nymex pada jam perdagangan sesi AS hari Kamis malam mengalami penurunan tajam dengan keprihatinan akan berkurangnya permintaan mengatasi resiko geopolitik. Harga minyak mentah WTI turun ke sekitar $83.65 setelah pada jam perdagangan sesi sebelumnya sempat mengalami kenaikan tajam ke atas $85.00 per barel.
Penurunan harga minyak mentah WTI disebabkan antara lain karena munculnya laporan dari Energy Information Administration (EIA) untuk minggu yang berakhir pada tanggal 20 Oktober yang menunjukkan kenaikan yang mengejutkan atas inventori minyak mentah AS. Inventori minyak mentah AS naik sebanyak 1.371.000 barel, jauh di atas yang diperkirakan pasar, inventori yang hanya sebesar 239.000 barel, dan berbeda jauh dengan inventori minyak mentah pada minggu sebelumnya penurunan sebanyak 4.491.000 barel.
Harga minyak mentah telah turun jauh sejak keluarnya data Purchasing Manager Index (PMI) Eropa dengan angka PMI manufaktur dan jasa yang buruk di Eropa menunjukkan bahwa ekonomi Eropa sedang menghadapi ancaman resesi sehingga menaikkan keprihatinan akan berkurangnya permintaan terhadap minyak mentah.
S&P Global merilis perkiraan sementara dari Producer Manager Indexes (PMIs) zona Euro bulan Oktober yang menunjukkan kontraksi yang lebih dalam daripada yang diperkirakan. PMI komposit zona Euro turun ke 46.5, level terendah dalam hampir tiga tahun.
Pada jam perdagangan sesi sebelumnya, harga minyak mentah WTI sempat mengalami kenaikan yang signifikan disebabkan karena meningkatnya ketegangan geopolitik dengan konflik di Gaza terus bereskalasi pada hari Rabu. Israel dengan keras menolak diadakannya gencatan senjata untuk mengijinkan bantuan kemanusiaan masuk ke dalam Jalur Gaza untuk para penduduk yang terperangkap di zona konflik.
Pasar minyak mentah global terus dikuasai ketakutan akan kurangnya supply minyak mentah secara drastic ditengah pemangkasan produksi yang ekstrim dari anggota Petroleum Exporting Countries (OPEC), namun lambatnya pertumbuhan ekonomi global mengurangi permintaan akan minyak mentah sehingga membatasi kenaikan dari harga minyak mentah dan bahkan menekan turun.
Support & Resistance
“Support” terdekat menunggu di $82.16 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $81.50 dan kemudian $80.63. “Resistance” yang terdekat menunggu di $84.43 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $85.37 dan kemudian $86.32.
Ricky Ferlianto/VBN/Head Research Vibiz Consulting
Editor: Asido.



