(Vibiznews – Commodity) Harga minyak mentah berjangka benchmark Amerika, West Texas Intermediate (WTI) di bursa Nymex pada jam perdagangan sesi AS hari Selasa malam berbalik turun ke bawah $78.00 dan diperdagangkan di sekitar $77.75 per barel.
Penurunan harga minyak mentah WTI terutama disebabkan karena keluarnya data ekonomi Cina, konsumen minyak mentah nomor dua terbesar di dunia, yang mengecewakan.
Buruknya data ekonomi yang keluar dari Cina menghapus dampak yang positip dari komitmen Arab Saudi dan Rusia untuk memangkas produkis menjadi 1.2 juta barel saja sampai akhir tahun 2024.
Data neraca perdagangan Cina bulan Oktober yang keluar, menunjukkan berkurangnya surplus perdagangan menjadi $56.53 miliar, kurang dari yang diperkirakan pasar penambahan menjadi $81.95 miliar dari angka sebelumnya sebesar $77.71 miliar. Selain itu, data ekspor Cina per tahun juga mengalami penurunan yang signifikan sebesar 6.4%, lebih besar dari yang diperkirakan, penurunan hanya sebesar 3.1%.
Faktor – faktor lain yang membuat harga minyak mentah WTI turun antara lain data PMI manufaktur global yang menunjukkan perlambatan ekonomi dunia yang bisa berdampak kepada turunnya permintaan terhadap minyak mentah.
Selain itu, analis dari UBS mengatakan bahwa secara musiman permintaan akan minyak mentah melemah pada setiap permulaan tahun.
Sementara itu, konflik di Timur Tengah antara Israel dengan Hamas yang terkendali hanya memiliki dampak yang terbatas terhadap supply minyak mentah.
Setelah menderita kerugian terus menerus belakangan ini, dolar AS mengalami pemulihan dengan membaiknya yields obligasi AS. Indeks dolar AS naik 0.50% ke 105.567. Naiknya indeks dolar AS ini membebani harga minyak mentah yang perdagangannya berbasiskan dolar AS.
Support & Resistance
“Support” terdekat menunggu di $77.56 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $76.28 dan kemudian $75.42. “Resistance” yang terdekat menunggu di $78.55 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $79.51 dan kemudian $80.10.
Ricky Ferlianto/VBN/Head Research Vibiz Consulting
Editor: Asido.



