Rekomendasi Minyak 1 December 2023: Jatuh dari Ketinggian di Atas $79.00

529

(Vibiznews – Commodity) Harga minyak mentah berjangka benchmark Amerika, West Texas Intermediate (WTI) di bursa Nymex, pada awal jam perdagangan sesi AS hari Kamis sempat melompat naik ke atas $79.00 diperdagangkan di sekitar $79.20 per barel, sebelum akhirnya berbalik turun tajam ke sekitar $75.95 karena masih adanya ketidak sepakatan di dalam pertemuan para menteri negara anggota OPEC+.

Harga minyak mentah sempat kembali naik ke teritori hijau di atas 1% dengan pasar gelisah sepanjang pertemuan OPEC+. Fase terakhir dari pertemuan disiapkan untuk membuat keputusan OPEC+ melalui pertemuan para menteri dari negara-negara anggota OPEC+.

Kenaikan harga minyak mentah sebelumnya disebabkan rumor yang berkembang adalah kemungkinan kesepakatan penambahan pemangkasan produksi minyak mentah sebesar 1 juta barel per hari lagi, yang berarti total pemangkasan menjadi sebesar 2.4 juta barel per hari, dimana Rusia menanggung sepertiga dari jumlah pemangkasan.

Semua mata pada saat ini sedang memandang kepada Arab Saudi. Apakah negara pengekspor minyak mentah terbesar di dunia ini, berhasil dalam mendistribusikan pemangkasan produkis minyak mentah ke semua anggota agar supaya bisa tercipta harga dasar yang besar dari minyak mentah.

Berita yang terakhir diperoleh dari sumber yang terpercaya mengatakan bahwa masih ada ketidak sepakatan antara negara – negara produsen minyak mentah di Afrika seperti Angola dan Nigeria dengan Arab Saudi. Hal ini menyebabkan harga minyak mentah turun tajam.

Selain itu masih adanya perseteruan antara Arab Saudi dengan Uni Emirat Arab dalam menetapkan pemangkasan produksi minyak mentah sebesar 1 juta barel per hari menambah beban terhadap harga minyak mentah.

Diluar dari pasar minyak mentah, naiknya dolar AS secara signifikan turut membebani harga minyak mentah. Indeks dolar AS naik 0.64% kembali ke atas 103.00 di sekitar 103.333 setelah keluarnya data inflasi AS yang diukur dari angka Personal Consumption Expenditures (PCE), yang memberikan kemungkinan bagi Federal Reserve AS (the Fed) untuk menaikkan tingkat bunganya satu kali lagi karena masih tingginya angka inflasi AS.

Support & Resistance

“Support” terdekat menunggu di $75.50 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $74.86 dan kemudian $73.96. “Resistance” yang terdekat menunggu di $78.70 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $79.60 dan kemudian $81.07.

Ricky Ferlianto/VBN/Head Research Vibiz Consulting

Editor: Asido.