IHSG Senin Pagi Terkoreksi ke Sekitar 7.131; Profit Taking setelah Rally 6 Pekan Berturut-turut

321
Vibizmedia Picture

(Vibiznews – IDX) – Dalam perdagangan bursa saham, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Senin pagi ini (11/12) terpantau terkoreksi 28,708 poin (0,40%) ke level 7.130,890 setelah dibuka turun ke level 7.131,214.

IHSG bergerak melemah oleh profit taking setelah rally 6 minggu berturut-turut, sementara bursa kawasan Asia pagi ini umumnya mixed di antara bertambahnya deflasi China, serta mengikuti Wall Street yang berakhir pekan dalam gain oleh data ekonomi AS yang resilient.

Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) pagi ini melemah 0,64% atau 99 poin ke level Rp 15.616, dengan dollar AS di pasar uang Asia naik perlahan setelah menanjak di sesi global sebelumnya; ditopang oleh data bertambahnya lapangan kerja (NFP) dan turunnya tingkat pengangguran AS.

Rupiah melemah dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp 15.517, serta terpantau tergelincir ke sekitar sebulan terendahnya.

Mengawali perdagangannya, IHSG melemah 28,384 poin (0,40%) ke level 7.131,214. Sedangkan indeks LQ45 turun 4,751 poin (0,50%) ke level 945,622. Pagi ini IHSG melemah 28,708 poin (0,40%) ke level 7.130,890. Sementara LQ45 terlihat turun 0,42% atau 3,969 poin ke level 946,404.

Tercatat saat ini sebanyak 200 saham naik, 261 saham turun dan 211 saham stagnan.

Sementara itu, bursa Wall Street berakhir pekan dengan serempak menguat oleh akselerasi pertambahan NFP dan turunnya pengangguran yang menunjukkan tetap solid-nya ekonomi AS, di mana S&P 500 mencetak rekor tertinggi baru tahun ini. Sedangkan, bursa regional pagi ini variatif, di antaranya Nikkei yang menanjak 1,58%, dan Indeks Hang Seng yang turun 1,85%.

 

Analis Vibiz Research Center melihat pergerakan bursa kali ini dibuka dalam koreksi di overbought area pada 15 bulan lebih tertingginya, sementara bursa kawasan Asia pagi ini mixed di antara bertambahnya deflasi China, serta mengikuti Wall Street yang di akhir pekan dalam gain.

Berikutnya IHSG kemungkinan dalam koreksi sejenak namun tetap uptrend, dengan mengacu kepada fundamental bursa kawasan. Resistance mingguan saat ini berada di level 7.199 dan 7.252. Sedangkan bila menemui tekanan jual di level ini, support ke level 7.025, dan bila tembus ke level 7.002.

 

 Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting Group