Rekomendasi Minyak 13 December 2023: Kembali Turun ke Bawah $69.00

420

(Vibiznews – Commodity) Harga minyak mentah berjangka benchmark Amerika, West Texas Intermediate (WTI) di bursa Nymex, pada jam perdagangan sesi AS hari Selasa kembali turun ke bawah $69.00 di sekitar $68.67 per barel.

Harga minyak mentah WTI turun setelah keluarnya data inflasi Consumer Price Index (CPI) AS. Outlook minyak mentah kelihatan suram untuk tahun 2024 dengan kelebihan supply masih akan terlalu besar untuk dapat diimbangi dengan permintaan segera.

Dengan masih samanya angka inflasi baik inflasi inti maupun umum, hal ini menunjukkan tidak adanya penurunan inflasi yang cepat di AS, sementara Eropa dan negara – negara lainnya sedang mengalami inflasi yang menurun.

Bagi minyak mentah hal ini berarti AS akan terus dengan persisten mengguyur setiap barel minyak ke pasar untuk paling tidak mempertahankan minyak mentah tetap murah menjelang pemilihan Presiden AS pada tahun 2024.

Harga minyak mentah WTI juga terus tertekan dengan OPEC+ masih tetap tidak bisa menetapkan restriksi supply minyak mentah secara tegas dan pasti, sehingga tetap terbuka kemungkinan ada lebih banyak supply minyak mentah daripada yang dibutuhkan di pasar global.

Beberapa bank mengeluarkan peringatan yang menunjukkan keprihatinan mengenai pertumbuhan ekonomi global yang akan mengurangi permintaan terhadap minyak mentah. Dengan outlook bearish yang negatip ini dan dengan kenaikan surplus stok minyak mentah harga minyak mentah menjadi terus berada di bawah tekanan.

Beberapa bank telah mengeluarkan perkiraan untuk tahun 2024 dan outlook ekonomi global kelihatannya sangat suram dengan pertumbuhan ekonomi melambat. Hal ini berarti akan berkurangnya permintaan terhadap minyak mentah semakin besar pada tahun 2024.

Support & Resistance

“Support” terdekat menunggu di $68.04 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $67.87 dan kemudian $66.50. “Resistance” yang terdekat menunggu di $70.19 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $72.01 dan kemudian $74.26.

Ricky Ferlianto/VBN/Head Research Vibiz Consulting

Editor: Asido.