Pernyataan Dovish Ketua Fed Powell : Inflasi Mereda Signifikan; Pemotongan Suku Bunga Terlalu Lama Menekan Ekonomi

267

(Vibiznews – Economy & Business) Pernyataan ketua The Fed Jerome Powell pada hari Selasa memberikan sinyal dovish bagi kebijakan suku bunga AS.

Federal Reserve menghadapi pasar kerja yang melemah serta harga-harga yang terus tinggi, kata Powell.

The Fed telah membuat kemajuan besar menuju tujuannya mengalahkan lonjakan inflasi terburuk dalam empat dekade, kata Powell kepada Komite Perbankan Senat.

“Inflasi telah mereda secara signifikan” dalam dua tahun terakhir, tambahnya, meskipun masih berada di atas target bank sentral sebesar 2%.

Powell juga menyatakan pemotongan suku bunga “terlambat atau terlalu sedikit” dapat melemahkan aktivitas ekonomi dan lapangan kerja.

Pernyataan optimisme inflasi mereda secara signifikan dan pemotongan suku bunga terlambat atau terlalu sedikit dapat menekan ekonomi dan lapangan kerja, semakin meningkatkan prospek penurunan suku bunga bulan September ini.

Dari Maret 2022 hingga Juli 2023, The Fed menaikkan suku bunga acuannya sebanyak 11 kali ke level tertinggi dalam dua dekade sebesar 5,3% untuk melawan inflasi, yang mencapai puncaknya pada 9,1% dua tahun lalu. Kenaikan tersebut meningkatkan biaya pinjaman konsumen dengan menaikkan suku bunga hipotek, pinjaman mobil dan kartu kredit, serta bentuk pinjaman lainnya. Tujuannya adalah untuk memperlambat peminjaman dan pengeluaran serta mendinginkan perekonomian.

Menurut CME FedWatch, investor memperkirakan kemungkinan penurunan suku bunga Fed pada bulan September adalah sekitar 76%, naik dari 50-50 pada bulan lalu.