(Vibiznews – IDX) – Dalam perdagangan bursa saham, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Senin siang ini (9/9), terpantau melemah 64,610 poin (0,84%) ke level 7.657,236 setelah dibuka naik ke level 7.739,498.
IHSG bergerak balik terkoreksi dari level rekor sebelumnya, sementara bursa kawasan Asia siang ini umumnya bias melemah, mengikuti Wall Street yang di akhir pekan ketiga indeks acuannya merosot.
Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) siang ini melemah 0,40% atau 62 poin ke level Rp 15.442, dengan dollar AS di pasar uang Asia merangkak setelah naik di sesi global sebelumnya; bergerak dalam rentang terbatas di tengah investor menantikan data inflasi AS minggu ini untuk arah laju pemangkasan bunga the Fed.
Rupiah melemah dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp 15.380, serta terpantau terkoreksi dari rally 3 hari dan posisi seminggu terkuatnya.
Mengawali perdagangannya, IHSG menguat 17,652 poin (0,23%) ke level 7.739,498. Sedangkan indeks LQ45 naik 2,322 poin (0,24%) ke level 952,509. Siang ini IHSG melemah 64,610 poin (0,84%) ke level 7.657,236. Sementara LQ45 terlihat turun 0,68% atau 6,484 poin ke level 943,703.
Tercatat saat ini sebanyak 204 saham naik, 374 saham turun dan 219 saham stagnan.
Sementara itu, bursa regional siang ini di zona merah di antaranya Nikkei yang melemah 0,48%, dan Hang Seng yang merosot 2,05%.
Analis Vibiz Research Center melihat pergerakan bursa kali ini balik terkoreksi dari level rekor sebelumnya, sementara bursa kawasan Asia siang ini umumnya bias melemah.
Berikutnya IHSG kemungkinan akan tetap di zona merah terkoreksi profit taking, dengan mengacu kepada fundamental bursa kawasan. Resistance mingguan saat ini berada di level 7.754 dan 7.800. Sedangkan bila menemui tekanan jual di level ini, support ke level 7.460, dan bila tembus ke level 7.372.
Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting Group



