(Vibiznews – IDX) – Dalam perdagangan bursa saham, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) penutupan Senin sore ini (11/11), terpantau melemah 20,731 poin (0,28%) ke level 7.266,460 setelah dibuka turun ke level 7.250,581.
IHSG bergerak terkoreksi ke oversold area sempat ke 13 minggu terendahnya, sementara bursa kawasan Asia sore ini umumnya bias melemah di antara terbatasnya stimulus ekonomi China, serta mencermati Wall Street yang berakhir pekan dalam gain sekitar rekor tertingginya.
Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) sore ini melemah 0,07% atau 11 poin ke level Rp 15.675, dengan dollar AS di pasar uang Eropa menanjak setelah menguat; pada sekitar 4 bulan tertingginya di tengah investor mencari arah pasar berikutnya dan menunggu rilis inflasi CPI Amerika minggu ini.
Rupiah melemah dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp 15.664, serta terpantau dalam rentang konsolidasi dekat 2 minggu tertingginya.
Mengawali perdagangannya, IHSG melemah 36,610 poin (0,50%) ke level 7.250,581. Sedangkan indeks LQ45 turun 6,073 poin (0,69%) ke level 878,070. Siang ini IHSG melemah 80,948 poin (1,11%) ke level 7.206,243. Sementara LQ45 terlihat turun 1,03% atau 9,115 poin ke level 875,028.
IHSG kemudian naik mengurangi loss dan ditutup melemah 20,731 poin (0,28%) ke level 7.266,460, sedangkan LQ45 turun 5,034 poin (0,57%) ke level 879,109. Tercatat saat ini sebanyak 190 saham naik, 397 saham turun dan 196 saham stagnan.
Sementara itu, bursa regional sore ini mixed melemah di antaranya Nikkei yang naik 0,08%, dan Hang Seng yang merosot 1,45%.
Analis Vibiz Research Center melihat pergerakan bursa kali ini bergerak terkoreksi sekitar oversold area-nya, sementara bursa kawasan Asia sore ini umumnya melemah di antara terbatasnya stimulus ekonomi China.
Berikutnya IHSG kemungkinan akan berupaya untuk rebound, dengan mengacu kepada fundamental bursa kawasan. Resistance mingguan saat ini berada di level 7.530 dan 7.617. Sedangkan bila menemui tekanan jual di level ini, support ke level 7.182, dan bila tembus ke level 6.998.
Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting Group



