(Vibiznews – IDX) – Dalam perdagangan bursa saham, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Kamis siang ini (12/12), terpantau melemah 61,194 poin (0,82%) ke level 7.403,558 setelah dibuka turun ke level 7.436,029.
IHSG bergerak terkoreksi dari overbought di level 5 minggu tertingginya, sementara bursa kawasan Asia siang ini umumnya mixed bias menguat, mengikuti Wall Street yang berakhir balik menguat oleh estimasi penurunan bunga the Fed minggu depan.
Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) siang ini melemah 0,12% atau 19 poin ke level Rp 15.929, dengan dollar AS di pasar uang Asia turun terbatas setelah menanjak 4 hari di sesi global sebelumnya; terkoreksi sedikit dari rally bertahapnya setelah rilis inflasi AS menguatkan estimasi the Fed akan menurunkan suku bunganya.
Rupiah melemah dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp 15.910, serta terpantau terkoreksi di hari keduanya ke level seminggu terendahnya.
Mengawali perdagangannya, IHSG melemah 28,723 poin (0,38%) ke level 7.436,029. Sedangkan indeks LQ45 turun 5,960 poin (0,67%) ke level 884,590. Siang ini IHSG melemah 61,194 poin (0,82%) ke level 7.403,558. Sementara LQ45 terlihat turun 1,50% atau 13,390 poin ke level 877,160.
Tercatat saat ini sebanyak 201 saham naik, 339 saham turun dan 242 saham stagnan.
Sementara itu, bursa regional siang ini bias menguat di antaranya Nikkei yang menanjak 1,36%, dan Hang Seng yang melaju 1,63%.
Analis Vibiz Research Center melihat pergerakan bursa kali ini bergerak terkoreksi dari overbought-nya, sementara bursa kawasan Asia siang ini bias menguat, mengikuti Wall Street yang berakhir balik menguat.
Berikutnya IHSG kemungkinan akan masih di zona merahnya, dengan mengacu kepada fundamental bursa kawasan. Resistance mingguan saat ini berada di level 7.530 dan 7.617. Sedangkan bila menemui tekanan jual di level ini, support ke level 7.283, dan bila tembus ke level 7.041.
Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting Group



