Trump Tidak Akan Mengganti Ketua Fed Powell, Apa yang Terjadi Selanjutnya?

1149

(Vibiznews – Economy & Business)  Presiden AS terpilih Donald Trump dalam wawancara akhir pekan mengatakan bahwa dia tidak akan mengganti Ketua Federal Reserve Jerome Powell yang dia lantik pada tahun 2017.

Namun ini mungkin tidak menghindarkan mereka dari konflik yang tampaknya akan terjadi. Trump sebelumnya telah menyatakan untuk memecat Powell sejak masa pemerintahan pertama, bahkan dalam kampanye terakhir, tim Trump menyarankan bahwa presiden harus mengambil peran langsung dalam keputusan suku bunga Fed, yang menimbulkan ketegangan sejak Trump terpilih.

Presiden terpilih Donald Trump telah menyatakan keinginannya untuk memiliki kontrol yang lebih besar atas kebijakan moneter. Untuk mencapainya mungkin perlu waktu.

Trump dapat membentuk kebijakan moneter melalui pengangkatan anggota Dewan Gubernur Federal Reserve. Namun, kesempatan pertama Trump untuk mengangkat gubernur baru kemungkinan tidak akan langsung datang. Dengan asumsi tidak ada anggota yang mengundurkan diri sebelum masa jabatan mereka berakhir, kesempatan pertamanya untuk menunjuk anggota baru di dewan Fed akan datang pada awal tahun 2026 dan ketua baru pada bulan Mei tahun itu.

Dengan Jerome Powell tetap menjadi Ketua Federal Reserve selama Donald Trump menjabat kembali sebagai Presiden, interaksi kebijakan mereka kemungkinan akan mencerminkan dinamika serupa seperti pada masa jabatan mereka sebelumnya.

Diperkirakan dinamika yang akan muncul di kebijakan sebagai berikut :

Kebijakan Suku Bunga

Pada akhir 2024, suku bunga relatif tinggi karena upaya melawan inflasi. Jika Trump mendorong kebijakan fiskal yang agresif, Powell mungkin menghadapi tekanan untuk menjaga suku bunga stabil atau menurunkannya agar kondisi keuangan tidak terlalu ketat. Powell menekankan untuk mempertahankan lingkungan suku bunga yang lebih tinggi untuk jangka waktu yang lebih lama guna memerangi inflasi. Pendekatan ini menstabilkan ekspektasi untuk penyesuaian suku bunga secara bertahap daripada perubahan mendadak.

Kebijakan Perdagangan

Jika Trump memperkenalkan kembali tarif atau langkah-langkah perdagangan agresif, Powell dapat menghadapi ketidakpastian ekonomi tambahan. Kebijakan semacam itu dapat meningkatkan biaya bagi bisnis dan konsumen, yang akan memperumit strategi pengendalian inflasi Fed.

Prioritas Ekonomi

Agenda Trump yang kemungkinan fokus pada stimulasi ekonomi melalui pemotongan pajak, peningkatan belanja infrastruktur, dan mungkin negosiasi ulang perdagangan.

Sedangkan pendekatan Powell menyeimbangkan pengendalian inflasi dengan tingkat lapangan kerja. Dalam kondisi ekonomi saat ini, Powell mungkin mempertahankan suku bunga tinggi untuk melawan inflasi, kecuali ada tanda-tanda perlambatan ekonomi yang signifikan. Potensi konflik: Trump mungkin menekan Powell untuk menurunkan suku bunga demi mempercepat pertumbuhan ekonomi, meskipun ada risiko tekanan inflasi.

Dinamika Pasar

Powell kemungkinan akan mempertahankan sikap independen untuk meyakinkan pasar keuangan bahwa Fed berkomitmen pada mandat gandanya (pengendalian inflasi dan penciptaan lapangan kerja).

Kritik publik Trump terhadap Powell mungkin muncul kembali, yang dapat menyebabkan volatilitas pasar dalam jangka pendek.

Apa yang Terjadi Selanjutnya untuk Trump dan Powell?

Keputusan Donald Trump untuk tidak menggantikan Jerome Powell sebagai Ketua Federal Reserve memperkuat keberlanjutan kebijakan moneter, yang membawa implikasi di seluruh pasar  mata uang, dan emas.

Dolar Amerika

Kelanjutan Powell kemungkinan memperkuat dolar dalam jangka pendek, karena kepemimpinan yang stabil mendukung kepercayaan pada kebijakan moneter AS. Dolar yang kuat biasanya membebani mata uang pasar berkembang karena arus keluar modal.

Dolar yang lebih kuat dapat menekan eksportir dan meningkatkan ketidakseimbangan perdagangan, sekaligus menguntungkan importir AS.

 

Mata Uang Global

Pasar Berkembang: Kebijakan moneter AS yang stabil dapat meredakan tekanan pada mata uang pasar berkembang, mengurangi arus keluar yang dipicu oleh dolar yang kuat. Euro dan Yen. Ke 2  mata uang ini mungkin tetap tertekan jika suku bunga AS tetap tinggi dalam jangka waktu yang lebih lama, sehingga memperlebar perbedaan suku bunga.

Risiko Utama

Setiap perubahan tak terduga dalam kebijakan Powell atau guncangan eksternal, seperti ketegangan geopolitik atau kejutan ekonomi, masih dapat menciptakan volatilitas di pasar keuangan dan komoditas.

Pasar kemungkinan akan merespons sinyal lebih lanjut dari pertemuan Fed mendatang.

Dampak terhadap Emas

Faktor-Faktor yang Mendorong Harga Emas:

Suku Bunga: Suku bunga yang tinggi mengurangi daya tarik emas sebagai aset yang tidak memberikan imbal hasil, yang berpotensi membatasi momentum kenaikan.

Permintaan Safe-Haven: Risiko geopolitik dan ketidakstabilan keuangan dapat mengimbangi tren ini, sehingga emas tetap menarik bagi investor yang menghindari risiko.

Bearish, jika inflasi terus menurun dan dolar menguat, emas dapat menghadapi tekanan ke bawah.

Bullish,  meningkatnya ketegangan global (misalnya, di Timur Tengah atau tantangan ekonomi di negara-negara ekonomi utama) dapat mendorong permintaan emas sebagai tempat berlindung yang aman.

 

Stabilitas Kebijakan Moneter

Kelanjutan jabatan Powell sebagai Ketua Fed menunjukkan pendekatan yang stabil terhadap suku bunga dan penargetan inflasi. Stabilitas ini kemungkinan akan mendukung Dolar AS. Investor dapat mempertahankan kepercayaan terhadap dolar, terutama jika Fed terus memprioritaskan pengendalian inflasi. Kebijakan Fed yang stabil mengurangi ketidakpastian, memberikan dukungan bagi pasar ekuitas dan obligasi global.

Pasar Keuangan yang Lebih Luas

Stabilitas geopolitik yang terkait dengan kebijakan moneter Powell secara tidak langsung dapat menstabilkan harga energi. Sebaliknya, gejolak geopolitik atau guncangan permintaan dapat menambah volatilitas.

Ekonomi berkembang dengan utang berdenominasi dolar yang tinggi mungkin kesulitan di bawah suku bunga AS yang lebih tinggi, tetapi kepemimpinan Fed yang jelas dapat memberikan beberapa prediktabilitas, mengurangi pelarian modal yang cepat.

Pertemuan Fed pada bulan Desember 2024 akan sangat penting dalam menguraikan lintasan suku bunga tahun 2025. Pasar akan mencermati komentar Powell tentang tekanan inflasi dan lapangan kerja.