Trump Dorong “Crypto Strategic Reserve,” Pasar Meroket di Tengah Pro dan Kontra

Para pendukung kripto merayakan keputusan ini sebagai kemenangan besar bagi industri. Sejak kampanye pemilihan 2024, Trump telah menunjukkan komitmennya untuk mendukung sektor kripto

133
Pasar Kripto Menguat Hari Ini Seiring Investor Menunggu Keputusan Suku Bunga the Fed

(Vibiznews-News & Insight) Harga mata uang kripto melonjak tajam setelah mantan Presiden Donald Trump mengumumkan rencana pembentukan “Crypto Strategic Reserve,” sebuah cadangan strategis nasional untuk berbagai mata uang digital, termasuk Bitcoin, Ethereum, dan token yang kurang dikenal seperti Solana, Cardano, dan XRP. Pengumuman yang dibuat melalui platform Truth Social tersebut mengguncang pasar aset digital dan memicu kenaikan harga signifikan dalam waktu singkat.

Menurut laporan The Wall Street Journal, Bitcoin mengalami lonjakan sekitar 10%, mencapai nilai sekitar $94.000 per koin pada Minggu sore. XRP melonjak hingga 32%, sementara Solana—blockchain yang mendukung berbagai koin meme termasuk $TRUMP—naik sebesar 26%. Token resmi Trump sendiri, $TRUMP, mengalami kenaikan lebih dari 34%. Kenaikan ini terjadi setelah pasar aset berisiko sempat mengalami tren penurunan dalam beberapa pekan terakhir.

Dalam pernyataannya, Trump menegaskan bahwa cadangan strategis ini bertujuan untuk menjadikan Amerika Serikat sebagai “Crypto Capital of the World.” Ia juga menyatakan bahwa Bitcoin dan Ethereum akan menjadi “jantung dari cadangan ini,” menandakan fokus utama pada dua aset digital terbesar di dunia. Financial Times mencatat bahwa pengumuman ini menjadi salah satu langkah terbesar pemerintah dalam merangkul ekosistem mata uang digital yang selama ini menghadapi ketidakpastian regulasi.

Baca juga : Amerika Serikat Menuju Dominasi Kripto dengan Strategi Baru

Namun, tidak semua pihak menyambut baik kebijakan ini. Ekonom Jason Furman, yang pernah menjadi penasihat ekonomi Presiden Barack Obama, mengkritik langkah tersebut dan menyebutnya sebagai kebijakan yang “lebih banyak mudarat daripada manfaat.” Melalui unggahannya di platform X, ia mempertanyakan apakah kebijakan ini lebih didasarkan pada kepentingan politik atau benar-benar memberikan dampak positif bagi perekonomian.

Sementara itu, para pendukung kripto merayakan keputusan ini sebagai kemenangan besar bagi industri. Sejak kampanye pemilihan 2024, Trump telah menunjukkan komitmennya untuk mendukung sektor kripto, berlawanan dengan pendekatan pemerintahan sebelumnya yang lebih ketat terhadap regulasi aset digital. Bloomberg melaporkan bahwa komunitas kripto melihat langkah ini sebagai kesempatan untuk memperkuat posisi mata uang digital dalam sistem keuangan global.

Salah satu argumen utama para pendukung kebijakan ini adalah potensi keuntungan fiskal bagi pemerintah. Dengan meningkatnya harga Bitcoin dan aset digital lainnya, mereka berpendapat bahwa pemerintah dapat menggunakan cadangan ini untuk membayar utang negara atau bahkan sebagai alat lindung nilai terhadap inflasi. CNBC mencatat bahwa beberapa analis percaya bahwa jika harga Bitcoin terus naik, keuntungan yang dihasilkan dari cadangan ini bisa menjadi sumber pendapatan yang signifikan bagi negara.

Namun, skeptisisme tetap ada. Reuters melaporkan bahwa volatilitas harga kripto yang ekstrem dapat membahayakan keuangan negara jika pemerintah membeli aset dengan harga tinggi, hanya untuk melihat nilainya anjlok dalam beberapa bulan ke depan. Risiko ini menjadi perhatian utama bagi para ekonom yang meragukan apakah kebijakan ini didasarkan pada pertimbangan ekonomi yang matang atau sekadar strategi politik.

Selain itu, pengumuman ini juga berdampak pada aspek hukum dan regulasi. Sejak Trump kembali menjabat, regulasi kripto di AS telah mengalami perubahan signifikan. Salah satu keputusan awal pemerintahannya adalah membentuk kelompok kerja untuk meninjau regulasi yang ada dan mengusulkan perubahan dalam 180 hari. The New York Times mencatat bahwa ini menjadi sinyal jelas bahwa pemerintahan baru ingin memberikan ruang yang lebih luas bagi inovasi dalam sektor ini.

Di sisi lain, The Washington Post melaporkan bahwa Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC) baru-baru ini meminta pengadilan federal untuk menunda litigasi terhadap Binance, pertukaran kripto terbesar di dunia, karena lembaga tersebut sedang meninjau ulang pendekatan mereka terhadap penegakan hukum di industri ini. Coinbase, salah satu bursa kripto terbesar lainnya, juga mengonfirmasi bahwa SEC telah membatalkan kasus hukum yang menargetkan mereka, meskipun keputusan ini masih menunggu persetujuan penuh dari komisi.

Dampak kebijakan ini tidak hanya terasa di pasar kripto, tetapi juga di sektor keuangan yang lebih luas. Forbes melaporkan bahwa pengumuman ini dapat mendorong bank dan lembaga keuangan tradisional untuk lebih serius mempertimbangkan integrasi aset digital dalam strategi investasi mereka. Dengan adanya cadangan strategis ini, pemerintah dapat membuka pintu bagi lebih banyak investor institusional untuk masuk ke pasar kripto dengan kepercayaan yang lebih besar.

Baca Juga : Tahun 2025 Tahun Mata Uang Kripto

Meskipun Amerika Serikat telah lama memegang cadangan emas dan mata uang asing sebagai bagian dari kebijakan ekonominya, pembentukan cadangan strategis untuk mata uang digital merupakan langkah yang belum pernah terjadi sebelumnya. Saat ini, pemerintah AS memang memiliki beberapa aset kripto yang diperoleh dari penyitaan dalam kasus kriminal, dengan nilai sekitar $19 miliar menurut Arkham Intelligence. Namun, belum ada kebijakan resmi yang menjadikan aset-aset ini sebagai bagian dari strategi ekonomi nasional.

Beberapa pakar menilai bahwa langkah ini bisa menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk menghadapi pergeseran dalam sistem keuangan global. The Economist mencatat bahwa mata uang digital semakin menjadi bagian penting dalam perdagangan internasional, terutama dengan meningkatnya adopsi stablecoin dan Central Bank Digital Currencies (CBDCs) oleh berbagai negara. Dengan membentuk cadangan strategis kripto, AS berusaha memastikan bahwa mereka tetap menjadi pemain utama dalam perubahan lanskap ekonomi global.

Namun, risiko besar tetap mengintai. MarketWatch menyoroti bahwa jika cadangan strategis ini tidak dikelola dengan baik, maka pemerintah bisa menghadapi tekanan fiskal yang besar, terutama jika pasar kripto mengalami koreksi tajam. Banyak yang membandingkan ini dengan volatilitas yang pernah dialami pasar komoditas lain seperti minyak dan emas.

Saat ini, semua mata tertuju pada langkah pemerintah selanjutnya. Menurut laporan dari CoinDesk, Gedung Putih dijadwalkan untuk memberikan rincian lebih lanjut mengenai rencana ini dalam KTT kripto yang akan diselenggarakan pada hari Jumat. Kepala kebijakan kripto dan kecerdasan buatan di Gedung Putih, David Sacks, mengonfirmasi melalui unggahannya di X bahwa pertemuan ini akan membahas aspek teknis dan regulasi dari cadangan strategis tersebut.

Dengan adanya perdebatan yang semakin intens, masa depan cadangan strategis kripto AS masih penuh dengan ketidakpastian. Bagi para investor, kebijakan ini bisa menjadi peluang besar, tetapi juga membawa risiko yang tidak bisa diabaikan. Hanya waktu yang akan membuktikan apakah langkah ini akan menguntungkan perekonomian AS atau justru menjadi kebijakan kontroversial yang menambah ketidakstabilan di pasar keuangan global.

Perubahan teknologi tidak dapat dihindari, dan tren penggunaan digital currency semakin meningkat. Namun, kebutuhan akan cashless society saat ini juga dapat dipenuhi oleh mata uang tradisional, yang pada dasarnya hanya melibatkan perubahan saldo rekening tanpa transaksi tunai.

Meski demikian, era borderless nations cenderung mendorong peningkatan kebutuhan terhadap cryptocurrency dibandingkan mata uang tradisional. Oleh karena itu, keberadaan crypto reserve menjadi semakin relevan seiring perkembangan zaman.