Harga Minyak Kamis 15 Mei 2025 Anjlok, Apa Penyebabnya?

617

(Vibiznews – Commodity) Harga minyak mentah bergerak merosot pada hari Kamis, tertekan kekhawatiran kelebihan pasokan global.

Harga minyak mentah berjangka WTI AS bergerak merosot $2,07 atau 3,28%, pada $61,08 per barel.

Harga minyak mentah berjangka Brent bergerak merosot $2,01 atau 3,04%, pada $64,08 per barel.

Laporan menunjukkan bahwa Iran terbuka untuk kesepakatan dengan AS dengan imbalan keringanan sanksi, meningkatkan ekspektasi bahwa kesepakatan dapat meningkatkan aliran minyak Iran kembali ke pasar global.

Arab Saudi juga menyuarakan dukungan penuh untuk perundingan nuklir AS-Iran, menyatakan harapan untuk hasil yang positif.

Sebelumnya data EIA menunjukkan kejutan 3,4 juta barel dalam persediaan minyak mentah AS minggu lalu, menyusul data industri yang melaporkan peningkatan 4,3 juta barel.

Sementara itu, OPEC memangkas perkiraannya tahun 2025 untuk pertumbuhan pasokan minyak dari AS dan produsen non-OPEC+ lainnya menjadi 800.000 barel per hari, turun dari 900.000 barel per hari. Namun, rencana kelompok itu untuk lebih meningkatkan produksi terus menekan harga.

Malam nanti akan dirilis data PPI dan PPI Inti AS bulan April, yang secara bulanan diindikasikan meningkat, namun secara tahunan diindikasikan menurun.
Juga akan dirilis data Retail Sales April yang diindikasikan menurun dan data Initial Jobless Claim minggu lalu yang diindikasikan naik tipis.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, harga minyak dapat tertekan dengan kekhawatiran peningkatan pasokan global. Namun jika malam nanti data inflasi PPI dan data Retail Sales terealisir turun, juga data jobless claim terealisir naik, dan menekan dolar AS, akan dapat memberikan sentimen positif bagi harga minyak. Harga minyak mentah berjangka AS diperkirakan bergerak dalam kisaran Support $60,25-$59,42. Namun jika naik, akan bergerak dalam kisaran Resistance $62,41-$63,74.