(Vibiznews – Forex) Mata uang Euro berakhir naik pada hari Senin terdorong pelemahan dolar AS.
Pasangan mata uang EUR/USD berakhir naik 0,38% pada 1.7634.
Euro juga mendapat dukungan karena pasar memandang ECB sebagian besar telah menyelesaikan siklus pemangkasan suku bunganya, sementara The Fed diperkirakan akan memangkas suku bunga tiga kali hingga akhir tahun ini.
Data ekonomi Zona Euro hari Senin beragam bagi euro setelah produksi industri Juli Jerman naik lebih tinggi dari perkiraan, tetapi indeks kepercayaan investor Sentix September Zona Euro secara tak terduga turun ke level terendah dalam 5 bulan.
Di sisi geopolitik, upaya diplomatik untuk mengakhiri perang di Ukraina masih belum tercapai, yang berdampak negatif bagi euro. Selain itu, ketidakpastian politik di Prancis berdampak negatif bagi euro, dengan Perdana Menteri Prancis Bayrou kalah dalam mosi tidak percaya di parlemen pada hari Senin.
Indeks kepercayaan investor Sentix September Zona Euro secara tak terduga turun -5,5 ke level terendah dalam 5 bulan di -9,2, lebih rendah dari ekspektasi kenaikan menjadi -2,0.
Produksi industri Juli Jerman naik +1,3% m/m, lebih kuat dari ekspektasi +1,0% m/m dan merupakan kenaikan terbesar dalam empat bulan.
Berita perdagangan Jerman beragam karena ekspor bulan Juli secara tak terduga turun -0,6% m/m, lebih lemah dari ekspektasi kenaikan +0,1% m/m. Namun, impor bulan Juli turun -0,1% m/m, penurunan yang lebih kecil dari ekspektasi -1,0% m/m.
Swap memperkirakan peluang 1% penurunan suku bunga -25 basis poin oleh ECB pada pertemuan kebijakan 11 September.
Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, mata uang Euro akan mencermati pergerakan dolar AS, yang jika lanjut melemah, akan menguatkan Euro. Pasangan mata uang EUR/USD diperkirakan bergerak dalam kisaran Resistance 1.1785-1.1805. Namun jika turun, akan bergerak dalam kisaran Support 1.1724-1.1683.



