Perkembangan Transaksi Digital Melaju Cepat, Perbankan Optimis Tren Tetap Positif Tahun 2026

329
Pertumbuhan Transaksi Ekonomi dan Keuangan Digital Pada November 2025 Tetap Tinggi

 

(Vibiznews – Banking & Insurance) – Tren transaksi digital sejumlah bank nampak melaju cepat tahun ini, sejalan dengan prediksi Bank Indonesia (BI). Di tengah risiko perlambatan ke depannya, perbankan mengupayakan berbagai strategi untuk mempertahankan tren positif tersebut.

Bank Indonesia (BI) mencatat, volume pembayaran digital nasional mencapai 39,87 miliar transaksi. Sebagai informasi, capaian itu sudah melampaui realisasi sepanjang tahun 2024 sebesar 36,66 miliar transaksi.

Prediksi BI, volume pembayaran digital nasional akan tumbuh 10,8% secara tahunan (year-on-year/YoY) pada 2025. Jika dibandingkan dengan tren tahun sebelumnya. Di mana volume pembayaran digital tumbuh 19,3% YoY, proyeksi pertumbuhan BI tahun ini memang menunjukkan perlambatan.

Namun, untuk tahun depan BI memprediksi pertumbuhan akan kembali melaju menyentuh level 12,4% YoY. Jadi dengan realisasi yang positif tahun ini, perbankan, baik digital maupun konvensional, optimistis dapat menggenjot transaksi digital ke depannya.

Misalnya Allo Bank. Head of Digital Strategy Allo Bank Destya Pradityo mengungkapkan, volume transaksi pada fitur-fitur utama seperti QRIS, transfer, top-up. Dan bill payment meningkat sekitar hingga tiga kali lipat dalam setahun terakhir.

Sejalan dengan itu, layanan digital lending seperti PayLater dan Instant Cash tumbuh hingga kisaran enam kali dibanding periode sebelumnya. Secara keseluruhan, ia mengaku tak ada perlambatan dari transaksi digital Allo Bank tahun ini, sehingga kontribusinya sangat signifikan terhadap kinerja.

Dilansir dari Kontan.co.id Destya menjelaskan lonjakan volume transaksi membantu mendorong pendapatan operasional dan memperkuat basis nasabah aktif.

Semakin banyak nasabah menggunakan fitur layanan seperti buka rekening, semakin tinggi retensi dan engagement. Ini dua elemen kritikal dalam model bank digital berbasis layanan.

Ke depannya, Allo Bank menargetkan pertumbuhan transaksi digital yang tetap kuat. Menurutnya, katalis yang akan mendukung pencapaian target tersebut di antaranya ekspansi ekosistem dan kemitraan dan peningkatan literasi dan inklusi keuangan digital.

Selain itu, Allo Bank juga akan mendorong inovasi produk dan layanan baru, sekaligus meningkatkan kualitas teknologi dan operasionalnya.

Perkembangan tersebut tidak hanya pada bank digital, bank konvensional juga mencatatkan tren positif. Salah satunya Bank Danamon, melalui D-Bank PRO bagi nasabah individu dan Danamon Cash Connect (DCC) bagi nasabah korporasi.

Chief Digital Officer Bank Danamon Indonesia Andreas Kurniawan mengungkapkan, per September 2025 nominal transaksi melalui D-Bank PRO dan DCC. Yaitu masing-masing tumbuh 35% YoY dan 20% YoY.

Tren positif tersebut akan dipertahankan dengan melakukan berbagai pembaruan pada aplikasi digital yang sudah ada. Andreas mengatakan pembaruan yang dilakukan Danamon menjadi wujud nyata komitmennya dalam memperkuat kapabilitas digitalnya.

Belinda Kosasih/ Partner of Banking Business Services/Vibiz Consulting