Harga Tembaga Naik di Shanghai Pada hari Senin

200
tembaga

(Vibiznews – Commodity) – Harga tembaga naik pada hari Senin di awal tahun di Shanghai  karena kekhawatiran akan persediaan kurang  karena pemogokan buruh di tambang Chili, 

Harga tembaga kontrak terakhir the Shanghai Futures Exchange naik 2.02% menjadi 100,690 yuan ($14,424.26) per MT, naik diatas 100,000 yuan pada perdagangan hari pertma di tahun 2026. 

Harga tembaga kontrak tiga bulan di the London Metal Exchange naik 2.89% menjadi $12,826.50 per ton.  

Harga tembaga sempat naik 3.28% dan mencapai rekor tertinggi di tahun 2025 di harga $12,960 .   

Kenaikan harga tembaga didukung oleh ratusan penambang melakukan pemogokan di tambang tembaga dan emas  Capstone Coppers Mantoverde di utara Chili. Setelah negosiasi antara serikat buruh dan perusahaan mengenaik kontrak kerja baru gagal. 

Kekhawatiran akan persediaan berlanjut setelah pemogokan sampai 2026  setelah gangguan pada tambang, dislokasi regonial akibat tarif AS membuat harga tembaga naik pada tahun lalu.  

Sementara itu Ivanhoe Mines mengumumkan produksi pertama dari anode dari di pabrik peleburan tembaga   Kamoa –Kakula pada hari Jumat. 

Semua logam industri naik pada hari Senin, walaupun investor masih menilai dampak akan serangan militer AS terhadap Venezuela di akhir minggu dan penangkapan Presiden Nicolas Maduro. 

Harga aluminium juga naik pada hari Senin. Harga aluminium di The Shanghai naik 4.75% menjadi 23,750 yuan per ton, naik ke harga tertinggi 4 tahun 

Harga aluminium di London naik 1.77%  menjadi $3,069 per ton harga tertinggi 3 ½ tahun.  

Harga timah di Shanghai naik 2.33% sementara di London melonjak 5.13%. 

Harga logam lain di Shanghai 

Harga Zinc naik 2.58% dan timbal naik 1.07% dan nikel naik 0.44% 

Harga logam lain di LME  

Harga zinc naik 1.52%, timbal naik 0.80% dan nikel naik 0.06% 

Analisa teknikal untuk tembaga di LME 

Support pertama di $12,504 kemudian  turun ke $12,461 

Resistance pertama di $12,548 dan berikut ke $12,590 

Loni T / Senior Analyst Vibiz Research Centre Division, Vibiz Consulting