Harga Jagung Turun Melemah Permintaan Jagung AS

135

(Vibiznews – Commodity) – Harga jagung turun pada hari Selasa, setelah hari Sebelumnya sempat naik. Walaupun harga Jagung turun pada minggu lalu di akhir tahun, permintaan ekspor bioenergi masih kuat. Berita  melemahnya permintaan sempat mempengaruhi harga namun ternyata di tahun 2025 permintaan masih kuat dan diatas perkiraan USDA.  

Permintaan jagung AS turun karena persaingan di pasar dunia, dengan jagung dari Amerika Selatan. Demikian juga dengan permintaan etanol.  

Harga jagung Maret CBOT turun 0.50 sen menjadi $4.44 per bushel 

Total penjualan ekspor yang belum dikirim sebesar 50.538 MMT, naik 30% dari tahun lalu pada periode yang sama. Penjualan sudah 62% dari tahun marketing penuh lebih besar dari 60% dari rata-rata. 

Data EIA akan dilaporkan pada hari Senin dengan perkiraan output etanol akan turun pada seminggu lalu sampai Jumat. 

Kementrian perdagangan Brazil melaporkan ekspor Desember 6.128 MMT naik 43.6% naik dari tahun lalu dan naik 21.75% dari Nopember. 

Laporan Pengiriman Ekspor Mingguan USDA hari Senin. 

  • Pengiriman jagung sebesar 1.207 MMT (47.5 mbu) selama  seminggu sampai 1 Januari.  Turun 9.6% dari minggu lalu dan naik 37.58% dari tahun lalu pada minggu yang sama. 
  • Negara  tujuan pengiriman terbesar Jepang 294,366 MT kemudian Mexico 243,382 MT dan Guatemala 90,557 MT.  
  • Total ekspor tahun marketing ini di 2025/26 sebesar 26.81 MMT (1.06 bbu) sejak 1 September. Naik 64.83% dari tahun lalu pada periode yang sama.  

Laporan penjualan ekspor mingguan Senin pagi sebesar 756,419 MT jagung dijual sampai 25 Desember. Perkiraan terendah di range 0.7 – 1.5 MMT. Terendah pada pada tahun marketing ini dan turun 2.6% dari tahun lalu .  

Analisa tehnikal untuk jagung 

Support pertama di  $4.35 kemudian ke $4.30 

Resistance pertama di $4.53 berikut ke  $4.60 

Loni T / Senior Analyst Vibiz Research Centre Division, Vibiz Consulting