(Vibiznews – IDX) – Dalam perdagangan bursa saham, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Kamis siang ini (8/1), terpantau kembali membukukan rekor dengan menguat 39,665 poin (0,44%) ke level 8.984,478 setelah dibuka naik ke level 8.964,182.
IHSG bergerak mencatat rekor intraday baru di hari kelimanya, sementara bursa kawasan Asia siang ini umumnya mixed bias melemah di tengah investor mengamati ketikdakpastian situasi geopolitik, serta mencermati Wall Street yang berakhir semalam mixed dan terbatas.
Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) siang ini melemah 0,12% atau 20 poin ke level Rp 16.790, dengan dollar AS di pasar uang Asia melandai setelah menguat 2 hari di sesi global sebelumnya; tertahan dekat sebulan tertingginya di antara beberapa data ekonomi AS yang variatif.
Rupiah melemah dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp 16.770, serta terpantau terkoreksi di hari keenamnya mendekati 8,5 bulan terendahnya.
Mengawali perdagangannya, IHSG menguat 19,369 poin (0,22%) ke level 8.964,182. Sedangkan indeks LQ45 turun 0,930 poin (0,11%) ke level 870,400. Siang ini IHSG menguat 39,665 poin (0,44%) ke level 8.984,478. Sementara LQ45 terlihat naik 0,71% atau 6,230 poin ke level 877,560.
Tercatat saat ini sebanyak 362 saham naik, 311 saham turun dan 137 saham stagnan.
Sementara itu, bursa regional siang ini terpantau mixed melemah, di antaranya Nikkei yang turun 1,22%, dan Hang Seng yang merosot 1,23%.
Analis Vibiz Research Center melihat pergerakan bursa kali ini lanjut ke rekor intraday baru, sementara bursa kawasan Asia siang ini umumnya mixed bias melemah di tengah investor mengamati ketikdakpastian situasi geopolitik.
Berikutnya IHSG kemungkinan akan ditahan profit taking namun tetap uptrend, dengan mengacu kepada fundamental bursa kawasan. Resistance mingguan saat ini berada di level 9.003 dan 9.050. Sedangkan bila menemui tekanan jual di level ini, support ke level 8,664 dan bila tembus ke level 8,525.
Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting Group



