Review Harga Emas tahun 2025
Harga Emas dunia mengalami rally sangat kuat sepanjang 2025, sebagian besar didorong oleh permintaan safe-haven, ekspektasi penurunan suku bunga Fed, dan melemahnya dolar AS.
Secara year-to-date, harga emas naik sekitar 65%–70% pada akhir Desember dibanding awal 2025, menjadikannya salah satu kenaikan tahunan terbesar sejak 1979.
Harga emas mencapai “all-time high” baru di atas $4.500 per ons pada akhir 2025.
Historis Kenaikan Harga Emas Sepanjang Tahun 2025
Jika dilihat secara periodik, maka terlihat arah kenaikan harga emas yang terus meningkat sampai pada akhir tahun 2025
Q1 (Jan–Mar)
Harga emas sudah menguat sejak awal tahun, didorong oleh permintaan safe haven terhadap ketidakpastian ekonomi global.
Memasuki akhir Maret/April, emas breakout melewati $3.000 per ons.
Q2–Q3 (Apr–Sep)
Tren bullish berlanjut dengan sentimen geopolitik & pembelian bank sentral yang kuat.
Pada Agustus/September harga emas menembus sekitar $3.400 per ons dalam penutupan bulanan.
Safe haven dan volatilitas pasar membantu emas tetap diminati sebagai safe haven.
Q4 (Okt–Des)
Emas naik tajam hingga level $4.300–$4.500 lebih, terutama di Oktober dan Desember.
Meskipun ada koreksi jangka pendek akhir Desember tapi tren jangka panjang masih kuat.
Faktor-faktor Pendorong Kenaikan Tahun 2025
Jika dilihat sepanjang tahun 2025, maka faktor-faktor yang mendukung kenaikan harga emas adalah :
1) Ekspektasi Penurunan Suku Bunga The Fed
Ekspektasi pelonggaran moneter (penurunan suku bunga) meningkatkan daya tarik emas
2) Safe Haven – Ketegangan Geopolitik
Peristiwa global ketegangan geopolitik, mendorong permintaan secara luas untuk emas sebagai “aset aman”. Ketegangan geopolitik seperti konflik di Timur Tengah, konflik militer Rusia-Ukraina, Israel-Iran, meningkatkan permintaan safe haven.
3) Safe Haven – Ketegangan Perdagangan
Meningkatnya ketegangan perdagangan juga menaikkan permintaan safe haven. Adanya perang tarif AS-Tiongkok, dan berbagai negara lainnya seperti Uni Eropa, Brazil dan lainnya, meningkatkan permintaan safe haven.
4) Terjadinya Pelemahan Dolar AS
Melemahnya Dolar AS tahun 2025 relatif membuat emas lebih murah untuk pemegang mata uang lain, mendorong pembelian emas.
OUTLOOK EMAS 2026
Memasuki tahun 2026, harga emas diproyeksikan akan meningkat dengan masih meningkatnya permintaan safe haven seiring ketegangan militer dan geopolitik yang masih berlangsung, dan juga proyeksi penurunan suku bunga Fed tahun 2026 ini.
Meningkatnya Permintaan Safe Haven
Peningkatan permintaan safe haven diperkirakan masih akan tinggi, dengan masih berlangsungnya ketegangan geopolitik :
– penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro oleh AS
– perang yang masih berlanjut antara Rusia-Ukraina
– kerusuhan di Iran yang menuntut kebebasan dan pemerintahan yang mendukung rakyat
– ketegangan di Timur Tengah
– isu kedaulatan atas Greenland, terutama peran Denmark, AS, dan kepentingan NATO, diperkirakan akan terus memengaruhi geopolitik Arktik karena nilai strategis kawasan tersebut
Ekspektasi Pemangkasan Suku Bunga Fed
Ekspektasi pemotongan suku bunga Federal Reserve pada 2026 dipandang akan membantu kenaikan harga emas.
Berdasarkan proyeksi CME per tanggal 11 Januari 2026 ini, maka dari 8 kali pertemuan The Fed, diproyeksikan terjadi pemangkasan suku bunga sebanyak 5 kali, yaitu pada pertemuan 17 Juni 2026, 29 Juli 2026, 16 September 2026, 28 Oktober 2026 dan 9 Desember 2026.
Bahkan di 3 pertemuan terakhir tahun 2025 diproyeksikan dapat terjadi pemangkasan 50 basis poin.



Permintaan Bank Sentral & Diversifikasi
Bank sentral di banyak negara, terutama di Asia & Emerging Markets, masih secara aktif menambah cadangan emas sebagai diversifikasi dari dolar AS dan aset berbunga rendah.
Proyeksi Kenaikan dari Analis dan Bank Investasi
- Goldman Sachs memperkirakan harga emas dapat mencapai sekitar $4.900 per ons pada akhir 2026. Proyeksi ini didukung oleh permintaan bank sentral dan investor institusional yang kuat.
- Survei analis Financial Times menunjukkan rata-rata target $4,610 per ons, dengan rentang ekstrem $3,500–$5,400 per ons.
- Deutsche Bank juga merevisi targetnya ke sekitar $4,450 per ons.
- Laporan lain menyebut proyeksi 15–30% kenaikan dari level saat ini, yang berarti emas bisa bergerak signifikan lebih tinggi dari harga dasar di awal 2026.
- Trading Economics memproyeksikan kenaikan harga emas sepanjang tahun 2026

Risiko & Kendala Penurunan
Meskipun diproyeksikan akan meningkat, harga emas perlu mewaspadai risiko dan kendala yang dapat menekan harga emas.
Penguatan Dolar AS
Jika dolar AS kembali menguat, jika pertumbuhan ekonomi AS lebih kuat dari ekspektasi, maka harga emas bisa menghadapi tekanan jual karena harga emas biasanya bergerak berlawanan arah dengan dolar AS.
Kebijakan Fed Hawkish
Jika inflasi tetap tinggi dan Fed menunda atau membatalkan rencana pemotongan suku bunga, dapat menekan daya tarik emas.
Volatilitas Profit Taking
Setelah rally besar di 2025 (naik sekitar 60% lebih), pasar emas bisa mengalami konsolidasi dan profit taking, menghasilkan koreksi jangka pendek.
KESIMPULAN
✅ Outlook harga emas tahun 2026 masih bullish secara umum, dimana mayoritas analis melihat kenaikan harga emas berjangka ke area $4,500 – $4,900 per ons pada akhir 2026.
✅ Emas tetap menjadi aset safe haven dengan masih berlangsungnya ketegangan geopolitik dan ekonomi global menghadapi ketidakpastian.
✅ Risiko penurunan tetap ada, terutama dari sisi kebijakan moneter yang lebih ketat dan penguatan dolar AS.



