Harga Minyak Sawit Turun, Impor Minyak Sawit India Turun

258
minyak sawit

(Vibiznews – Commodity) – Harga minyak sawit turun pada penutupan pasar hari Selasa, karena ketidak pastian kebijakan mandat B50 biodiesel Indonesia, harga minyak mentah naik dan data ekspor dari surveyor membatasi penurunan. Impor minyak sawit India Turun dan Ringgit menguat

Harga minyak sawit Maret di the Bursa Malaysia Derivatives Exchange turun 27 ringgit atau 0.66% menjadi 4,063 ringgit ($1,001.97) per MT. Harga sempat naik 1.34% pada  sesi awal. 

Harga minyak sawit sempat naik didukung oleh kenaikan minyak nabati saingan dan data ekspor 1-10 Januari yang meningkat. 

Cargo Surveyor  memperkirakan ekspor minyak sawit Malaysia dari 1 –10 Januari  naik antara 17.7% sampai 29.2% dari bulan lalu. 

Sementara peluncuran mandat B50 Biodiesel Indonesia tergantung dari perbedaan antara harga minyak mentah dan harga CPO, menurut  Menteri Koordinator Ekonomi Indonesia. 

Harga minyak kedelai di Dalian Commodity naik 0.18% sementara harga minyak sawit naik 1.39%.  Harga minyak kedelai di CBOT naik 0.26%. 

Harga minyak mentah naik sehingga minyak sawit lebih menarik dengan biodiesel .  

Persediaan minyak sawit Malaysia di Desember naik ke jumlah tertinggi 7 tahun, menjadi sebesar 3 juta ton. 

Ringgit kurs yang digunakan untuk perdagangan sawit menguat 0.12% terhadap dolar sehingga harga komoditi Malaysia lebih mahal apabila dibeli dengan mata uang selain ringgit. 

Impor minyak sawit India turun,  pembeli minyak nabati terbesar dunia, dari Indonesia dan Malaysia, menurunkan harga minyak  sawit di bursa berjangka, didorong oleh harga minyak kedelai AS. 

Impor minyak sawit India di Desember turun 20% dari  bulan lalu menjadi 507,204 MT, terendah sejak April 2025 , menurut the Mumbai Solvent Extractors Association of India (SEA) . 

Impor minyak kedelai naik 36% menjadi 505,112 ton di Desember tertinggi 3 bulan dan impor minyak bunga matahari naik 145% menjadi tertinggi 17 bulan menjadi 349,929 ton menurut SEA. 

Total impor minyak nabati naik 17% menjadi 1.38 juta ton. 

India membeli minyak sawit dari Indonesia dan Malaysia , impor minyak kedelai dan minyak bunga matahari dari Argentina, Brazil, Rusia dan Ukraina.
 

Permintaan minyak sawit mencapai musim melemahnya selama bulan-bulan musim dingin, menurut dealer . 

Harga minyak sawit diskon dari  minyak kedelai dan minyak bunga matahari semakin lebar pada minggu ini sehingga diperkirakan mendorong impor India diatas 700,000 ton di bulan Januari. 

Analisa tehnikal untuk minyak sawit Malaysia 

Support pertama di 3,880 ringgit  berikut ke 3,760 ringgit 

Resistance pertama di 4,130 ringgit  berikut ke 4,200  ringgit 

Loni T / Senior Analyst Vibiz Research Centre Division, Vibiz Consulting