(Vibiznews – Commodity) – Harga tembaga turun dari rekor tertinggi pada hari Kamis turun karena kekhawatiran akan tarif AS berkurang dan menguatnya dolar.
Harga tembaga di the Shanghai Futures turun 1.08% menjadi 103,050 yuan ($14,788.82) per MT. Exchange
Harga tembaga sempat naik ke rekor tertinggi 105,650 yuan hari sebelumnya,
Harga tembaga tiga bulan di the London Metal Exchange turun 0.45% menjadi $13,129.50 per ton
Presiden AS mengatakan pada hari Rabu ia memilih tidak mengenakan tarif pada logam tanah jarang, litium dan mineral penting lainnya. Tembaga ditambahkan ke daftar mineral penting AS.
Aliran tembaga terus menerus ke AS di tengah tingginya premi lokal menjelang potensi tarif sehingga memperketat pasokan di negara lain sehingga menaikkan harga .
Menguatnya dolar membuat komoditas AS lebih mahal apabila dibeli dengan mata uang lain selain dolar juga mengurangi selera pembelian logam.
Tembaga digunakan untuk pembangkit listrik, konstruksi dan sektor manufaktur.
Harga timah di Shanghai naik untuk lima sesi berturut-turut dan mencapai rekor 443,380 yuan meskipun ada tanda-tanda pasokan lebih tinggi.
Asosiasi Eksportir Timah Indonesia memperkirakan kuota produksi timah negara tersebut antara 60,000 ton di 2026 dibanding dengan tahun 2025 sebesar 53,000 di 2025
Di Shanghai harga nikel naik ke rekor tertinggi 7 bulan menjadi 151, 750 yuan karena kekhawatiran persediaan dari Indonesia
Produsen Indonesia setuju untuk kuota produksi biji nikel disekirar 260 ton tahun ini, lebih rendah dari permintaan antara 340 juta sampai 350 MT
Harga logam lain di SHFE
Harga Timbal naik 1.26 %
Harga zinc naik 3.52%
Harga Aluminium naik 1.37%
Harga logam lain di LME
Harga Aluminium turun 0.28%
Harga Nikel turun 0.42%
Harga timbal naik 0.43%
Harga timah naik 1.64%
Harga zinc naik 1.88%.
Analisa teknikal untuk tembaga di LME
Support pertama di $13,200 kemudian turun ke $13,166
Resistance pertama di $13,234 dan berikut ke $13,269
Loni T / Senior Analyst Vibiz Research Centre Division, Vibiz Consulting



