(Vibiznews-Forex) – Posisi yen dalam pair USDJPY terkoreksi dari penguatan sebelumnya pada perdagangan forex sesi Eropa hari Kamis (15/1/2026) di tengah kuatnya dolar AS merespon data klaim pengangguran mingguan AS.
Indeks dolar melompat ke posisi tertinggi dalam 7 pekan setelah data klaim pengangguran AS turun 9.000 menjadi 198.000 pada pekan lalu, data terendah kedua dalam 2 tahun, dibandingkan dengan ekspektasi pasar sebesar 215.000.
Yen Jepang merosot mendekati posisi terendah sejak Juli 2024 setelah rally 6 sesi berturut. Pada perdagangan sebelumnya menguat di tengah harapan intervensi Jepang untuk melawan pergerakan berlebihan yang sepihak terhadap mata uang tersebut.
Namun prospek Yen Jepang tetap tidak pasti di tengah harapan pelonggaran kebijakan fiskal tahun ini.
Investor memperkirakan pengumuman anggaran oleh Perdana Menteri (PM) Sanae Takaichi untuk tahun depan akan mencakup rencana pengeluaran besar, yang untuk itu ia mempertimbangkan pemilihan umum sela lebih awal untuk mendapatkan lebih banyak kursi di majelis rendah parlemen.
Saat ini, Partai Demokrat Liberal (LDP) yang berkuasa di Jepang tidak memiliki mayoritas di majelis rendah parlemen, yang membatasi kemampuannya untuk meloloskan undang-undang.
Secara teknikal pair USDJPY bergerak bullish menembus posisi resistennya dan menurut analyst Vibiz Research Center pair akan mendaki ke posisi resisten selanjutnya.
Pair kini berada di posisi 158,80 yang mendaki ke posisi R3, jika tembus lanjut ke resisten lanjutan ke posisi 158,00.
Namun jika pair tidak sampai menembus 156.60, berpotensi balik turun menuju 156,74, jika tembus lanjut ke resisten kuatnya di S1.
| R3 | R2 | R1 | Pivot | S1 | S2 | S3 |
| 160.54 | 159.99 | 159.19 | 158.65 | 157.83 | 157.28 | 156.48 |



