IHSG Jumat Ditutup Melemah 0,5% ke Level 8.951; Koreksi 3 Hari, Profit Taking dari Rekor

165
ihsg
Vibizmedia Photo

(Vibiznews – IDX) – Dalam perdagangan bursa saham, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) penutupan Jumat sore ini (23/1), terpantau melemah 41,173 poin (0,46%) ke level 8.951,010 setelah dibuka turun ke level 8.889,280.

IHSG bergerak terkoreksi di hari ketiganya ke level 1,5 minggu terendahnya, sementara bursa kawasan Asia sore ini umumnya bias menguat setelah tensi geopolitik Greenland mereda dan Jepang mempertahankan suku bunganya, serta mengikuti Wall Street yang semalam melanjutkan rebound sebelumnya.

Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) sore ini lanjut menguat 0,37% atau 62 poin ke level Rp 16.818, dengan dollar AS di pasar uang Eropa merangkak naik setelah melemah di sesi global sebelumnya; bangkit dari 2,5 minggu terendahnya setelah isyu Greenland agak mereda dan investor estimasikan the Fed minggu depan akan mempertahankan suku bunganya.

Rupiah menguat dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp 16.880, serta terpantau melanjutkan rally di hari ketiga ke level 2 minggu terkuatnya.

Mengawali perdagangannya, IHSG melemah 102,903 poin (1,14%) ke level 8.889,280. Sedangkan indeks LQ45 naik 4,640 poin (0,53%) ke level 876,060. Siang ini IHSG melemah 115,288 poin (1,28%) ke level 8.876,895. Sementara LQ45 terlihat turun 0,68% atau 5,910 poin ke level 869,200.

IHSG kemudian mengurangi koreksi dan ditutup melemah 41,173 poin (0,46%) ke level 8.951,010. Sementara LQ45 terlihat turun 0,44% atau 3,810 poin ke level 871,300. Tercatat saat ini sebanyak 191 saham naik, 495 saham turun dan 118 saham stagnan.

Sementara itu, bursa regional sore ini terpantau mixed menguat, di antaranya Nikkei yang menanjak 0,29%, dan Hang Seng yang naik 0,45%.

 

Analis Vibiz Research Center melihat pergerakan bursa kali ini terkoreksi ke level 1,5 minggu terendahnya, sementara bursa kawasan Asia sore ini umumnya bias menguat setelah tensi geopolitik Greenland mereda dan Jepang mempertahankan suku bunganya, serta mengikuti Wall Street semalam.

Berikutnya IHSG kemungkinan lebih konsolidasi dan masih diincar profit taking, dengan mengacu kepada fundamental bursa kawasan. Resistance mingguan saat ini berada di level 9.175 dan 9.200. Sedangkan bila menemui tekanan jual di level ini, support ke level 8,837 dan bila tembus ke level 8,715.

 

 Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting Group