(Vibiznews – Commodity) Harga emas berakhir naik pada akhir pekan hari Jumat terbantu pelemahan dolar AS.
Harga emas spot ditutup naik 1,07% pada $4.989,17 per ons.
Harga emas berjangka AS kontrak Februari 2026 ditutup naik 1,35% pada $4.979,7 per ons.
Harga emas melonjak tajam pada hari Jumat, dengan emas Februari mencatatkan rekor tertinggi baru dalam kontrak.
Selain itu, emas berjangka Januari terdekat (GCF26) mencatatkan rekor tertinggi baru sepanjang masa sebesar $4.976,20 per ons.
Kenaikan harga emas terbantu penurunan tajam indeks dolar pada hari Jumat ke level terendah 3,5 bulan yang berdampak positif bagi harga logam mulia.
Logam mulia juga naik karena risiko geopolitik dan ancaman baru terhadap independensi Fed meningkatkan permintaan logam mulia sebagai penyimpan nilai.
Selain itu, tindakan Perdana Menteri Jepang Takaichi pada hari Jumat untuk membubarkan majelis rendah parlemen dan mengadakan pemilihan umum sela pada tanggal 8 Februari untuk mengejar kebijakan fiskal ekspansifnya meningkatkan permintaan logam mulia sebagai penyimpan nilai.
Logam mulia terus mendapat dukungan di tengah permintaan sebagai aset safe haven di tengah ketidakpastian dan risiko geopolitik di Iran, Ukraina, Timur Tengah, dan Venezuela.
Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya di awal pekan, harga emas akan mencermati perkembangan geopolitik di akhir pekan, terkait ketegangan AS-Eropa terpicu pengambialihan Greenland, dan juga kondisi kerusuhan di Iran. Harga emas berjangka AS diperkirakan bergerak dalam kisaran Resistance $5.014-$5.047. Namun jika turun, akan bergerak dalam kisaran Support $4.924-$4.867.



