(Vibiznews – IDX) – Dalam perdagangan bursa saham, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) penutupan Senin sore ini (26/1), terpantau menguat 24,324 poin (0,27%) ke level 8.975,334 setelah dibuka naik ke level 9.022,367.
IHSG bergerak dalam konsolidasi, dari dua zona lalu menguat terbatas, sementara bursa kawasan Asia sore ini umumnya mixed bias melemah di antara dinamika geopolitik AS – Canada dan tensi tariff, serta mencermati Wall Street yang berakhir pekan dengan mixed.
Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) sore ini lanjut menguat 0,33% atau 55 poin ke level Rp 16.763, dengan dollar AS di pasar uang Eropa tergelincir setelah melemah 2 hari di sesi global sebelumnya; bertengger pada 4,5 bulan terendahnya di antara isyu geopolitik AS dengan Canada dan Greenland yang memberi tekanan jual dollar global.
Rupiah menguat dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp 16.818, serta terpantau melanjutkan rally di hari keempat ke level hampir 3 minggu terkuatnya.
Mengawali perdagangannya, IHSG menguat 71,357 poin (0,80%) ke level 9.022,367. Sedangkan indeks LQ45 turun 0,590 poin (0,07%) ke level 873,000. Siang ini IHSG menguat 19,885 poin (0,22%) ke level 8.970,895. Sementara LQ45 terlihat naik 0,76% atau 6,610 poin ke level 880,200.
IHSG kemudian turun fluktuatif di dua zona dan ditutup menguat 24,324 poin (0,27%) ke level 8.975,334. Sementara LQ45 terlihat naik 1,01% atau 8,840 poin ke level 882,430. Tercatat saat ini sebanyak 267 saham naik, 428 saham turun dan 110 saham stagnan.
Sementara itu, bursa regional sore ini terpantau mixed melemah, di antaranya Nikkei yang merosot 1,79%, dan Hang Seng yang naik 0,06%.
Analis Vibiz Research Center melihat pergerakan bursa kali ini terkoreksi ke level 1,5 minggu terendahnya, sementara bursa kawasan Asia sore ini umumnya bias menguat setelah tensi geopolitik Greenland mereda dan Jepang mempertahankan suku bunganya, serta mengikuti Wall Street semalam.
Berikutnya IHSG kemungkinan lebih konsolidasi dan masih diincar profit taking, dengan mengacu kepada fundamental bursa kawasan. Resistance mingguan saat ini berada di level 9.175 dan 9.200. Sedangkan bila menemui tekanan jual di level ini, support ke level 8,837 dan bila tembus ke level 8,715.
Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting Group



