(Vibiznews – Commodity) – Harga tembaga turun pada hari Jumat turun karena menguatnya dolar dan pengambilan keuntungan dari investor dari rekor harga tertinggi sebelumnya.
Harga tembaga tiga bulan di The London Metal Exchange turun 2.2% menjadi $13,319.50 per MT masih diatas 21 hari moving average, mendorong harga ke $13,020.
Harga tembaga naik 7% bulan ini, mencapai rekor tertinggi $14,527.50 karena spekulator melanjutkan pembelian pada hari Kamis membuat Indeks LME dengan enam logam dasar mencapai rekor tertinggi.
Harga tembaga kembali menembus rekor tertinggi di awal tahun ini yang tidak bisa ditentukan hanya dari analisa fundamental pasar. Harga tembaga diatas $13,000 per ton hal ini tidak berkelanjutan di 2026.
Di konsumen Cina penurunan harga tembaga membuat premium di the Yangshan turun 17% menjadi $27 per ton, masih terendah secara historikal menunjukkan selera impor tembaga Cina. Premium menyentuh $20 pada minggu ini terendah sejak pertengahan 2024/
Penjualan dari logam dasar merupakan momentum di saat menguatnya dolar. Menguatnya dolar membuat harga logam AS menjadi lebih mahal apabila dibeli dengan mata uang lain selain dolar.
Volatilitas pada hari Jumat bertepatan dengan penundaan satu jam di awal perdagangan di platform elektronik LME karena masalah tehnikal.
Logam dasar masih relative stabil dibanding dengan logam mulia dimana perak dan platinum turun dengan persentase dua digit.
Harga logam lain di LME
Harga aluminium turun 2.4% menjadi $3,142 per ton
Harga zinc turun 1.2% menjadi $3,372
Harga timbal turun 0.4% menjadi $2,005.50
Harga timah turun 3.7% menjadi $52,655
Harga nikel turun 3.2% menjadi $17,770
Analisa teknikal untuk tembaga di LME
Support pertama di $13,087 kemudian turun ke $13,016
Resistance pertama di $13,159 dan berikut ke $13,230
Loni T / Senior Analyst Vibiz Research Centre Division, Vibiz Consulting



