(Vibiznews – IDX) – Dalam perdagangan bursa saham, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Senin sore ini (2/2), terpantau tergelincir 406,875 poin (4,88%) ke level 7.922,731 setelah dibuka turun ke level 8.187,794.
IHSG bergerak terkoreksi tajam ke sekitar 4,5 bulan terendahnya, setelah pembekuan sementara dari MSCI akhir pekan lalu serta merosotnya emiten pertambangan dan emas, sementara bursa kawasan Asia sore ini umumnya melemah dipimpin Kospi di antara koreksi tajam harga emas dan perak dunia, serta mengikuti Wall Street yang berakhir pekan loss oleh investor yang menghindari risiko.
Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) sore ini melemah tipis 0,03% atau 5 poin ke level Rp 16.785, dengan dollar AS di pasar uang Eropa naik perlahan setelah menanjak di sesi global sebelumnya; ditopang rally oleh berita Kevin Warsh sebagai Chairman the Fed nantinya dan bangkit dari posisi oversold dalam sebelumnya.
Rupiah melemah dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp 16.780, serta terpantau terkoreksi di hari ketiga pada level seminggu terendahnya.
Mengawali perdagangannya, IHSG melemah 141,812 poin (1,70%) ke level 8.187,794. Sedangkan indeks LQ45 turun 27,440 poin (3,38%) ke level 785,100. Siang ini IHSG tergerus tajam 442,442 poin (5,31%) ke level 7.887,164. Sementara LQ45 terlihat turun 3,98% atau 33,170 poin ke level 800,370.
IHSG kemudian agak mendatar dan ditutup tergelincir 406,875 poin (4,88%) ke level 7.922,731. Sementara LQ45 terlihat turun 3,28% atau 27,300 poin ke level 833,540. Tercatat saat ini sebanyak 58 saham naik, 720 saham turun dan 36 saham stagnan.
Sementara itu, bursa regional sore ini terpantau mixed melemah, di antaranya Nikkei yang turun 1,25%, dan Hang Seng yang merosot 2,23%.
Analis Vibiz Research Center melihat pergerakan bursa kali ini lanjut terkoreksi tajam ke 4,5 bulan terendahnya, sementara bursa kawasan Asia sore ini umumnya mixed bias menguat setelah the Fed mempertahankan suku bunganya dan emas cetak rekor baru.
Berikutnya IHSG kemungkinan tetap bearish sambil mencari timing rebound pendek, dengan mengacu kepada fundamental bursa kawasan. Resistance mingguan saat ini berada di level 8.596 dan 9.058. Sedangkan bila menemui tekanan jual di level ini, support ke level 7,742 dan bila tembus ke level 7,481.
Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting Group



