
(Vibiznews – Commodity) – Harga tembaga turun pada hari Rabu, karena menguatnya dolar dan naiknya persediaan logam di persediaan dari bursa sementara pedagang meremehkan rencapa Cina untuk memperluas cadangan strategisnya.
Harga tembaga kontrak 3 bulan di the London Metal Exchange turun 0.7% menjadi $13,384.50 per MT.
Harga tembaga turun 8% sejak spekulan melanjutkan pembelian emas dan perak sehingga tembaga naik ke rekor tertinggi di $14,527.50 pada 29 Januari, walaupun analis sudah memperingatkan akan permintaan turun, persediaan naik dan pasokan meningkat.
Gejolak harga pada logam mulia meluas pada tembaga walaupun tidak pada tingkat yang sama.
Pasar dari logam mulia menjadi spekulatif , dan likuiditas ketat sehingga berisiko baik dari pembelian dan penjualan.
Dalam gejolak harga seperti ini uang tunai adalah Raja. Untuk spekulan maupun hedge fund likuiditas adalah yang memastikan akan pertahanan posisi.
Tekanan terhadap harga tembaga, ketersediaan pasokan di gudang LME naik menjadi 155,725 ton, tertinggi sejak Maret setelah 12,750 ton diletakan sebagai jaminan di Taiwan dan Korea Selatan.
Logam lain di LME
harga nikel naik 0.3% menjadi $17,495 per ton. Goldman Sachs dan Macquarie menaikkan perkiraan rata-rata harga nikel diatas $17,000 pada hari Selasa, karena pasokan ketat dari produsen utama Indonesia.
Harga aluminium turun 0.2% menjadi $3,100.50 per ton
Harga zinc turun 0.1% menjadi $3,335
Harga timbal naik 0.1% menjadi $1,965
Harga timah turun 0.4% menjadi $49,050.
Analisa teknikal untuk tembaga di LME
Support pertama di $13,302 kemudian turun ke $13,210
Resistance pertama di $13,395 dan berikut ke $13,487
Loni T / Senior Analyst Vibiz Research Centre Division, Vibiz Consulting


