(Vibiznews – Commodity) Harga emas antam turun pada hari Rabu, 11 Februari 2026, mengikuti penurunan harga emas dunia.
Harga beli emas antam hari ini Rabu, 11 Februari 2026, turun Rp7.000 menjadi Rp2.947.000/gram.
Harga buyback (jual kembali) emas antam hari ini Rabu, 11 Februari 2026, turun Rp7.000 menjadi Rp2.741.000/gram.
Lihat : Harga Emas Antam Hari ini Rabu 11 Februari 2026, Turun Rp7.000
Harga emas berakhir turun pada hari Selasa terbebani komentar hawkish pejabat Fed dan penguatan dolar AS.
Harga emas spot ditutup turun 0,66% pada $5.024,73 per ons.
Harga emas berjangka AS kontrak April 2026 ditutup turun 0,95% pada $5.031 per ons.
Harga emas turun terbebani komentar hawkish pejabat Fed yang menekan harga logam mulia.
Presiden Federal Reserve Cleveland, Beth Hammack, mengatakan, “Daripada mencoba menyesuaikan suku bunga dana secara tepat, saya lebih memilih untuk bersabar sambil menilai dampak penurunan suku bunga baru-baru ini dan memantau kinerja ekonomi. Berdasarkan perkiraan saya, The Fed mungkin akan mempertahankan suku bunga untuk beberapa waktu.”
Presiden Federal Reserve Dallas, Lorie Logan, mengatakan bahwa dibutuhkan kelemahan yang “signifikan” di pasar tenaga kerja AS agar dapat mendukung penurunan suku bunga lebih lanjut.
Komentar hawkish pejabat Fed juga menguatkan dolar AS, sehingga menekan harga emas.
Selain itu, volatilitas harga logam mulia baru-baru ini telah mendorong bursa perdagangan di seluruh dunia untuk menaikkan persyaratan margin untuk emas, yang menyebabkan likuidasi posisi beli.
Namun kerugian emas dibatasi data ekonomi AS yang lebih lemah dari perkiraan pada hari Selasa, terkait penjualan ritel Desember dan indeks biaya tenaga kerja kuartal keempat, memperkuat argumen untuk kebijakan Fed yang lebih longgar dan berdampak positif bagi logam mulia.
Harga logam mulia juga masih didukung permintaan safe haven di tengah risiko geopolitik di Iran, Ukraina, Timur Tengah, dan Venezuela.
Malam nanti akan dirilis data tenaga kerja AS yaitu Non Farm Payrolls Januari AS yang diindikasikan naik, dan Unemployment Rate Januari AS yang diindikasikan stabil.
Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, harga emas akan mencermati pergerakan dolar AS, yang jika berlanjut menguat, akan menekan harga emas. Namun dengan masih berlangsungnya ketegangan geopolitik AS-Iran, Rusia-Ukraina juga Timur Tengah akan dapat meningkatkan permintaan safe haven untuk emas. Demikian juga pelemahan data ekonomi AS dan pasar saham AS dapat meningkatkan permintaan emas. Harga emas berjangka AS diperkirakan bergerak dalam kisaran Resistance $5.086-$5.140. Namun jika turun, akan bergerak dalam kisaran Support $4.994-$4.956.


