IHSG Senin Siang Menguat 1,4% ke Level 8.385; Signifikan, Sekitar 3 Minggu Tertingginya

91
BEI
Vibizmedia Photo

(Vibiznews – IDX) – Dalam perdagangan bursa saham, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Senin siang ini (23/1), terpantau menguat signifikan 113,410 poin (1,37%) ke level 8.385,177 setelah dibuka naik ke level 8.340.643.

IHSG bergerak menguat menghampiri area 3 minggu tertingginya, sementara bursa kawasan Asia siang ini umumnya mixed bias menguat dipimpin Kospi yang mencetak rekor kembali, serta mengikuti Wall Street yang di akhir pekan menguat setelah keputusan MA Amerika membatalkan ketetapan tarif AS.

Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) siang ini menguat signifikan 0,46% atau 77 poin ke level Rp 16.793, dengan dollar AS di pasar uang Asia menurun dari sekitar 2 minggu tertingginya oleh inflasi PCE yang lebih cepat, lalu terkoreksi setelah keputusan Supreme Court (MA) Amerika yang membatalkan kebijakan tarif resiprokal AS.

Rupiah menguat dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp 16.870, serta terpantau melaju cepat ke 1,5 minggu tertingginya.

Mengawali perdagangannya, IHSG menguat 68,576 poin (0,83%) ke level 8.340.643. Sedangkan indeks LQ45 naik 6,430 poin (0,77%) ke level 841,710. Siang ini IHSG menguat 113,410 poin (1,37%) ke level 8.385,177. Sementara LQ45 terlihat naik 0,88% atau 7,360 poin ke level 842,640.

Tercatat saat ini sebanyak 444 saham naik, 225 saham turun dan 146 saham stagnan.

Sementara itu, bursa regional siang ini terpantau mixed menguat, di antaranya Kospi yang naik 0,55%, dan Hang Seng yang menanjak 2,60%.

 

Analis Vibiz Research Center melihat pergerakan bursa kali ini menguat signifikan mendekati 3 minggu tertingginya, sementara bursa kawasan Asia siang ini umumnya mixed bias menguat dipimpin Kospi yang mencetak rekor baru, serta mengikuti Wall Street yang pada akhir pekan menguat.

Berikutnya IHSG kemungkinan akan bertahan kuat di zona hijau, dengan mengacu kepada fundamental bursa kawasan. Resistance mingguan saat ini berada di level 8.596 dan 8.980. Sedangkan bila menemui tekanan jual di level ini, support ke level 7,861 dan bila tembus ke level 7,712.

 

 Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting Group