(Vibiznews-Forex) – Posisi yen Jepang dalam pair USDJPY mengakhiri penurunan 3 hari berturut pada perdagangan forex sesi Asia hari Selasa (14/4/2026) dikarenakan posisi dolar AS dan minyak mentah sama-sama melemah.
Dolar AS tertekan seiring meningkatnya ekspektasi bahwa kesepakatan AS-Iran pada akhirnya dapat tercapai. Presiden Donald Trump mengatakan Teheran telah menghubungi Washington hanya beberapa jam setelah AS memberlakukan blokade angkatan laut terhadap pengiriman minyak Iran di Selat Hormuz.
Presiden Iran Masoud Pezeshkian juga menyatakan bahwa Iran siap untuk melanjutkan pembicaraan damai, asalkan tetap berada dalam kerangka hukum internasional.
Yen juga mendapat dukungan dari kekhawatiran intervensi karena mendekati ambang batas kunci 160 per dolar, level yang sebelumnya memicu otoritas Jepang untuk turun tangan guna menstabilkan mata uang.
Sementara itu, Gubernur Bank Sentral Jepang Kazuo Ueda pada hari Senin menekankan perlunya tetap waspada terhadap dampak ekonomi dari konflik Iran, memperingatkan bahwa harga minyak yang lebih tinggi dapat membebani prospek pertumbuhan Jepang.
Secara teknikal pair USDJPY meluncur ke posisi support kuat hariannya dan menurut analyst Vibiz Research Center pair berpotensi konsolidasi sebelum menguat kembali.
Pair kini berada di posisi 159,07 dan sedang turun menuju 158,92, jika tembus lanjut ke support lemahnya di S3.
Namun jika pair tidak menembus 159.00, berpotensi berbalik naik ke posisi 159.43, jika tembus mendaki ke kisaran resisten kuatnya di posisi R1.
| R3 | R2 | R1 | Pivot | S1 | S2 | S3 |
| 160.32 | 160.08 | 159.74 | 159.52 | 159.17 | 158.92 | 158.60 |



