(Vibiznews – Index) – Indeks saham Wall Street hampir mencapai rekor penutupan tertinggi pada perdagangan yang berakhir Rau dinihari (15/4/2026) karena prospek perundingan perdamaian baru antara Amerika Serikat dan Iran yang menurunkan harga minyak dan dolar AS.
Indeks S&P 500 nyaris mencapai posisi rekor tertinggi dan bersama Nasdaq hanya mencapai level penutupan terbaik dalam lebih dari 2 bulan, sementara Dow Jones mencapai level penutupan tertinggi dalam satu bulan.
S&P 500 naik 1,17% ke posisi 6.966,78 poin dan rekor tertinggi sebelumnya 6.978,60 pada akhir Januari. Dow Jones naik 0,66% menjadi 48.535,39 dan Nasdaq naik 1,95% menjadi 23.635,92.
Dalam wawancara media, Presiden Trump mengindikasikan akan ada putaran kedua pembicaraan AS-Iran bisa terjadi dalam dua hari ke depan.
Berita tersebut memicu penurunan tajam harga minyak mentah, dengan harga minyak mentah berjangka AS anjlok sebesar 7%.
Menambah sentimen positif di Wall Street, rilis data indeks harga produsen di AS meningkat jauh lebih sedikit dari yang diperkirakan pada bulan Maret. Indeks naik 0,5% pada bulan Maret, dibawah perkiraan akan melonjak sebesar 1,2%.
Dari laporan kuartalan perusahaan keuangann besar, laporan keuangan Citigroup melampaui perkiraan laba; JPMorgan juga melampaui ekspektasi dan Black Rock melaporkan peningkatan laba kuartal pertama.
Secara sektoral, saham maskapai penerbangan memimpin penguatan dengan NYSE Arca Airline Index melonjak sebesar 5,1%.
Kekuatan yang signifikan juga terlihat di antara saham perusahaan pialang dengan NYSE Arca Broker/Dealer Index naik 2,4%.
Pergerakan sebaliknya terlihat pada saham energi yang bergerak turun tajam seiring dengan harga minyak mentah.



