(Vibiznews – IDX) – Dalam perdagangan bursa saham, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) penutupan Kamis sore ini (16/4), terpantau melandai dengan melemah tipis 2,204 poin (0,03%) ke level 7.621,382 setelah dibuka naik ke level 7.650.734.
IHSG bergerak dalam rentang konsolidasi ditahan profit taking dekat 6 minggu tertingginya, sementara bursa kawasan Asia sore ini umumnya bias menguat dipimpin Nikkei yang mencetak rekor tertinggi, di antara harapan perang Iran segera berakhir sesuai pernyataan Presiden Trump yang memicu turunnya kembali harga minyak dunia, serta mengikuti Wall Street yang berakhir semalam dengan mencetak rekor.
Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) sore ini menguat terbatas 0,04% atau 7 poin ke level Rp 17.128 dengan dollar AS di pasar uang Eropa merangkak naik setelah terkoreksi 6 hari di sesi global sebelumnya; berupaya bangkit dari 6,5 minggu terendahnya saat tertekan harapan pasar atas kesepakatan AS – Iran dalam negosiasi diplomasi berikutnya.
Rupiah menguat dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp 17.135, serta terpantau rebound terbatas dan masih dekat rekor terendahnya kemarin.
Mengawali perdagangannya, IHSG menguat 27,148 poin (0,36%) ke level 7.650.734. Sedangkan indeks LQ45 naik 2,740 poin (0,36%) ke level 762,690. Siang ini IHSG melemah 27,488 poin (0,36%) ke level 7.596,098. Sementara LQ45 terlihat turun 0,43% atau 3,280 poin ke level 756,670.
IHSG kemudian bergerak melandai dan ditutup melemah tipis 2,204 poin (0,03%) ke level 7.621,382. Sementara LQ45 terlihat turun 0,48% atau 3,640 poin ke level 756,310. Tercatat saat ini sebanyak 356 saham naik, 318 saham turun dan 147 saham stagnan.
Sementara itu, bursa regional sore ini terpantau menguat, di antaranya Nikkei yang menanjak 2,38%, dan Hang Seng yang naik 1,72%.
Analis Vibiz Research Center melihat pergerakan bursa kali ini terbatas dalam rentang konsolidasi, sementara bursa kawasan Asia sore ini umumnya bias menguat dipimpin Nikkei yang mencetak rekor, di antara harapan perang Iran segera berakhir sesuai pernyataan Presiden Trump, serta mengikuti Wall Street yang berakhir dengan mencetak rekor.
Berikutnya IHSG kemungkinan masih konsolidasi dan diincar profit taking, dengan mengacu kepada fundamental bursa kawasan. Resistance mingguan saat ini berada di level 7.898 dan 8.247. Sedangkan bila menemui tekanan jual di level ini, support ke level 7,118 dan bila tembus ke level 7,019.
Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting Group



