IHSG Jumat Pagi Menguat Terbatas ke Level 7.635; Bursa Asia Dibuka Terkoreksi, Wall Street Positif

72
Vibizmedia Photo

(Vibiznews – IDX) – Dalam perdagangan bursa saham, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Jumat pagi ini (17/4), terpantau menguat terbatas 13,868 poin (0,18%) ke level 7.635,250 setelah dibuka naik ke level 7.634.034.

IHSG bergerak dalam konsolidasi setelah 2 hari koreksi terbatas di bawah 6 minggu tertingginya, sementara bursa kawasan Asia pagi ini umumnya mixed bias melemah, dengan Nikkei terkoreksi dari rekor kemarin, di antara keraguan investor atas perkembangan gencatan senjata yang segera berakhir Selasa depan yang telah mendorong turunnya kembali harga minyak dunia, serta mengikuti Wall Street yang berakhir semalam dengan serempak dalam gain.

Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) pagi ini masih melemah tipis 0,05% atau 5 poin ke level Rp 17.137, dengan dollar AS di pasar uang Asia menanjak setelah menguat di sesi global sebelumnya; rebound menjauhi 6,5 minggu terendah sebelumnya di antara harapan pasar atas kesepakatan AS – Iran dalam negosiasi diplomasi berikutnya.

Rupiah melemah dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp 17.128, serta terpantau masih di sekitar level rekor terendahnya.

Mengawali perdagangannya, IHSG menguat 12,652 poin (0,17%) ke level 7.634.034. Sedangkan indeks LQ45 naik 1,160 poin (0,15%) ke level 758,480. Pagi ini IHSG menguat terbatas 13,868 poin (0,18%) ke level 7.635,250. Sementara LQ45 terlihat naik 0,54% atau 4,100 poin ke level 761,420.

Tercatat saat ini sebanyak 287 saham naik, 262 saham turun dan 178 saham stagnan.

Sementara itu, bursa Wall Street ditutup pada dini hari tadi kompak menguat walau agak terbatas, di tengah harapan segera berakhirnya perang Timur Tengah sesuai dengan pernyataan Trump. Dow Jones berakhir naik terbatas 0,24%, S&P 500 menguat 0,26%, serta Nasdaq menanjak 0,36%. Nasdaq rally 12 hari ditopang sektor teknologi. Sedangkan, bursa regional pagi ini terpantau melemah, di antaranya Nikkei yang merosot 0,88%, dan Hang Seng yang turun 0,79%.

 

Analis Vibiz Research Center melihat pergerakan bursa kali ini dalam konsolidasi rentang terbatas dekat 6 minggu tertingginya, sementara bursa kawasan Asia pagi ini umumnya bias melemah, dengan Nikkei terkoreksi dari rekor kemarin, di antara keraguan investor atas perkembangan gencatan senjata yang segera berakhir Selasa depan yang telah mendorong turunnya kembali harga minyak dunia, serta mengikuti Wall Street yang berakhir semalam dengan serempak dalam gain.

Berikutnya IHSG kemungkinan akan konsolidasi sempat di dua zona, dengan mengacu kepada fundamental bursa kawasan. Resistance mingguan saat ini berada di level 7.898 dan 8.247. Sedangkan bila menemui tekanan jual di level ini, support ke level 7,118 dan bila tembus ke level 7,019.

 

Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting Group