(Vibiznews – IDX) – Dalam perdagangan bursa saham, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) penutupan Senin sore ini (20/4), terpantau melemah 39,893 poin (0,52%) ke level 7.594,111 setelah dibuka naik ke level 7.659.322.
IHSG bergerak dalam konsolidasi 5 hari terakhir lalu terkoreksi, sementara bursa kawasan Asia sore ini umumnya bias menguat di tengah investor mencermati tensi baru konflik Timur Tengah dengan insiden kapal Iran di Selat Hormuz, serta mengikuti Wall Street yang berakhir pekan dengan gain signifikan.
Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) sore ini rebound 0,12% atau 20 poin ke level Rp 17.165, dengan dollar AS di pasar uang Eropa menanjak perlahan setelah menguat 2 hari di sesi global sebelumnya; bergerak rally bertahap di tengah naiknya tensi perang dengan tertutupnya lagi Selat Hormuz, serta investor memilih dollar sebagai safe haven.
Rupiah menguat dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp 17.185, serta terpantau rebound terbatas dari level rekor terendahnya yang terakhir kemarin.
Mengawali perdagangannya, IHSG menguat 25,318 poin (0,33%) ke level 7.659.322. Sedangkan indeks LQ45 naik 1,830 poin (0,24%) ke level 760,7000. Siang ini IHSG melemah terbatas 12,425 poin (0,16%) ke level 7.621,579. Sementara LQ45 terlihat turun 0,09% atau 0,680 poin ke level 758,190.
IHSG kemudian di dua Zona melandai dan ditutup menguat terbatas 12,622 poin (0,17%) ke level 7.634,004. Sementara LQ45 terlihat flat turun 0,01% atau 0,070 poin ke level 757,250. Tercatat saat ini sebanyak 289 saham naik, 365 saham turun dan 162 saham stagnan.
Sementara itu, bursa regional sore ini terpantau menguat, di antaranya Nikkei yang menanjak 0,60%, dan Hang Seng yang naik 0,77%.
Analis Vibiz Research Center melihat pergerakan bursa kali ini terkoreksi dari konsolidasi rentang terbatas, sementara bursa kawasan Asia sore ini umumnya bias menguat di tengah investor mencermati tensi baru konflik Timur Tengah dengan insiden kapal Iran di Selat Hormuz, serta mengikuti Wall Street yang berakhir pekan dengan gain signifikan.
Berikutnya IHSG kemungkinan masih konsolidasi dengan bias koreksi, dengan mengacu kepada fundamental bursa kawasan. Resistance mingguan saat ini berada di level 7.898 dan 8.247. Sedangkan bila menemui tekanan jual di level ini, support ke level 7,118 dan bila tembus ke level 7,019.
Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting Group



