Rekomendasi Forex Dolar AS 20 April 2026 : Naik Terpicu Ketegangan Selat Hormuz

85

(Vibiznews – Forex) Indeks dolar AS pada akhir pekan hari Jumat jatuh ke level terendah 7 minggu dan ditutup turun terpicu harapan bahwa perang di Iran akan segera berakhir, sehingga mengurangi permintaan dolar sebagai aset safe-haven.

Indeks dolar AS berakhir turun 0,12% pada 98,09.

Demikian juga, kenaikan pasar saham pada hari Jumat telah mengurangi permintaan likuiditas untuk dolar.

Ditambah lagi, penurunan tajam harga minyak mentah WTI sebesar 11% pada hari Jumat meredakan ekspektasi inflasi, yang bersifat dovish bagi kebijakan Fed dan negatif bagi dolar.

Namun kerugian dolar AS terbatas setelah komentar Presiden Federal Reserve San Francisco, Mary Daly, memicu aksi short covering, yang menandakan bahwa ia mendukung kebijakan Fed tetap stabil. Ia mengatakan guncangan harga minyak di AS lebih kuat pada sisi inflasi daripada pertumbuhan, dan mempertahankan kebijakan tidak berubah akan tetap menahan inflasi.

Pembicaraan antara AS dan Iran diperkirakan akan berlanjut di Pakistan pada hari Minggu atau Senin.

Pasar swap memperkirakan peluang kenaikan suku bunga sebesar +25 bp pada pertemuan FOMC tanggal 28-29 April sebesar 1%.

Namun di akhir pekan perkembangan terjadi, pada hari Sabtu, Iran menutup kembali Selat Hormuz setelah pada hari Jumat dibuka, dengan alasan angkatan laut AS masih memblokade pelabuhan-pelabuhan Iran.

Perkembangan juga terjadi hari Minggu, dimana sebuah kapal Angkatan Laut AS menembak dan melumpuhkan kapal kargo berbendera Iran di Teluk Oman sebelum Marinir menaiki dan menyita kapal tersebut, kata Presiden Donald Trump pada hari Minggu.

“Awak kapal Iran menolak untuk mendengarkan, jadi kapal Angkatan Laut kita menghentikan mereka tepat di jalurnya dengan membuat lubang di ruang mesin,” kata Trump dalam sebuah unggahan di Truth Social.

“Saat ini, Marinir AS telah mengamankan kapal tersebut,” tambah Trump.

Penyitaan ini merupakan peningkatan blokade dan terjadi setelah Iran menembaki kapal-kapal komersial yang mencoba melintasi Selat Hormuz pada Minggu pagi. Selat tersebut terletak di antara Teluk Oman dan Teluk Persia.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya di awal pekan, indeks dolar AS dapat bergerak naik dengan meningkatnya ketegangan di Selat Hormuz yang memicu permintaan safe haven dolar AS. Indeks dolar AS diperkirakan bergerak dalam kisaran Resistance 98,38-98,66. Namun jika turun, akan bergerak dalam kisaran Support 97,72-97,34.