Market Focus 20-24 April 2026: Negoisasi Kedua AS-Iran Serta Data Flash PMI

118

(Vibiznews – Economy) – Fokus investor sebagai sentimen perdagangan pekan ini (20-24 April 2026) masih seputar potensi kesepakatan antara Iran dan AS untuk mengakhiri perang.

Sebagai informasi terkini, dalam postingan Presiden Tump di sosial media dimana akan berlangsung kembali pertemuan pihak AS dan Iran pada tanggal 21-22 April di Pakistan. Trump sampaikan jika tidak menandatangani perjanjian maka AS akan meledakkan Iran.

Untuk data ekonomi yang dapat pengaruhi sentimen  yaitu data penjualan ritel dan data flash PMI S&P AS serta negara besar di Eropa dan Asia,

Laporan kuartalan perusahaan besar AS juga akan menjadi sorotan seperti dari Tesla, Intel, UnitedHealth, Amex, dan P&G.

Terkait kebijakan moneter, pekan ini akan ada pidato calon Ketua Fed Warsh  di hadapan Kongres AS. Di Asia, bank sentral Tiongkok atau PBoC akan menetapkan suku bunga pinjaman utama.

 

Amerika Serikat

  • Perusahaan-perusahaan besar yang akan melaporkan hasil kuartalannya  seperti  Tesla, Intel, GE Aerospace, UnitedHealth, American Express, P&G, dan Lam Research.
  • Dari laporan ekonomi, AS akan merilis penjualan ritel untuk bulan Maret, yang diperkirakan akan meningkat paling banyak dalam satu tahun sebesar 1,3% dan memperpanjang periode kekuatan konsumen. Sementara itu, data flash PMI S&P untuk bulan April juga akan dirilis setelah mencerminkan dampak yang kontras dari perang Iran pada sektor manufaktur dan jasa ekonomi. Rilis lainnya termasuk penjualan rumah yang tertunda, yang diperkirakan telah meningkat 0,5%, dan persediaan bisnis untuk bulan Februari, yang diperkirakan sedikit meningkat.
  • Di bidang kebijakan moneter, calon Ketua Federal Reserve Kevin Warsh akan memberikan kesaksian di hadapan Kongres, kemungkinan akan menguraikan pandangannya tentang ukuran neraca Federal Reserve yang tepat.

 

Inggris

  • Akan dirilis data flash PMI dimana ekspektasi menunjukkan angka yang lebih lemah, dimana ekspansi yang lebih lambat atau kontraksi yang lebih dalam baik di sektor manufaktur maupun jasa.
  • Terdapat juga rilis data inflasi, angka pasar tenaga kerja, dan penjualan ritel. Inflasi tahunan diperkirakan akan naik menjadi 3,3%. Tingkat pengangguran diperkirakan tetap tidak berubah di angka 5,2%, bertahan pada level tertinggi sejak awal 2021. Total pendapatan mingguan rata-rata, termasuk bonus, diproyeksikan meningkat sebesar 3,6%, laju paling lambat sejak Oktober 2020. Sementara itu, penjualan ritel diperkirakan akan pulih pada bulan Maret, menandai peningkatan ketiga dalam empat bulan.
  • Untuk laporan kuartalan perusahaan di Inggris, pekan ini giliran Associated British Foods yang akan melaporkan pada hari Selasa.

Eurozone

  • Akan dirilis data flash PMI untuk Zona Euro, Jerman, dan Prancis dengan ekspektasi menunjukkan data yang lebih lemah.
  • Di Jerman, Indeks Sentimen Ekonomi ZEW diproyeksikan turun ke level terendah satu tahun, sementara Indeks Iklim Bisnis Ifo diperkirakan akan menurun lebih lanjut, mencapai level terlemahnya sejak Februari 2025. Juga akan dirilis data indeks harga produsen.
  • Data penting lainnya juga terdapat defisit dan utang pemerintah Zona Euro, sentimen konsumen awal, dan pendaftaran mobil baru.
  • Untuk laporan kuartalan, pekan ini akan menyoroti kinerja keuangan beberapa perusahaan seperti  L’Oréal, EssilorLuxottica, SAP, Safran, dan Sanofidan ABB pada hari Rabu.

Pasar Asia Pasifik

  • Di Tiongkok, tidak ada rilis data ekonomi utama yang dijadwalkan, namun Bank Rakyat Tiongkok diperkirakan akan mempertahankan suku bunga pinjaman utama satu dan lima tahun tidak berubah masing-masing di 3% dan 3,5%. Pertumbuhan PDB kuartal pertama yang lebih kuat dari perkiraan dan kenaikan harga produsen yang tidak terduga memberi para pembuat kebijakan ruang tambahan sebelum mempertimbangkan pelonggaran lebih lanjut.
  • Di Jepang, perhatian akan beralih ke data perdagangan Maret, dengan ekspor diperkirakan meningkat lebih cepat sebesar 11,1%, memperluas surplus perdagangan menjadi 1100 miliar yen. Selain itu, data inflasi kemungkinan akan menunjukkan percepatan tingkat inflasi inti menjadi 1,8% sementara pembacaan PMI kilat untuk April akan segera dirilis. PMI manufaktur diperkirakan akan menunjukkan sedikit peningkatan pertumbuhan pabrik.
  • Di Australia, rilis data ekonomi sangat minum namun akan ada rilis data flash PMI ikuti kawasan lainnya.
  • Data pasar tenaga kerja diperkirakan akan dirilis dari Hong Kong dan Taiwan, sementara Korea Selatan akan menerbitkan angka PDB terbarunya.