Rekomendasi Forex EUR/USD 24 April 2026 : Hadapi Sentimen Bearish Kenaikan Harga Minyak, Dolar AS dan Penurunan Data Ekonomi

81

(Vibiznews – Forex) Mata uang Euro pada hari Kamis merosot ke level terendah 1,5 minggu dan ditutup turun, terbebani penguatan dolar AS.

Pasangan mata uang EUR/USD ditutup turun 0,19% pada 1.1683.

Euro tertekan kenaikan indeks dolar AS ke level tertinggi dalam 1,5 minggu, yang berdampak negatif bagi Euro.

Selain itu, lonjakan harga minyak mentah sebesar +3% pada hari Kamis berdampak negatif bagi perekonomian Zona Euro dan Euro, karena Eropa mengimpor sebagian besar energinya.

Data ekonomi Zona Euro pada hari Kamis beragam untuk Euro karena aktivitas manufaktur meningkat lebih dari yang diperkirakan, tetapi aktivitas sektor jasa mengalami kontraksi.

Indeks PMI manufaktur S&P Zona Euro April secara tak terduga naik +0,6 menjadi 52,2, lebih kuat dari perkiraan penurunan menjadi 50,9 dan merupakan laju ekspansi tercepat dalam hampir empat tahun. Namun, PMI komposit April turun -2,1 menjadi 48,6, lebih lemah dari ekspektasi 50,1 dan laju kontraksi paling tajam dalam 17 bulan.

Swap memperkirakan peluang kenaikan suku bunga sebesar +25 bp oleh ECB sebesar 9% pada pertemuan kebijakan 30 April.

Sore nanti akan dirilis data Ifo Business Climate April Jerman yang diindikasikan menurun.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, mata uang Euro dapat bergerak turun jika penguatan dolar AS terjadi. Namun jika harga minyak naik, akan menekan Euro. Juga jika data Ifo Business Climate April Jerman terealisir menurun, akan menekan dolar AS. Pasangan mata uang EUR/USD diperkirakan bergerak dalam kisaran Support 1.1662-1.642. Namun jika naik, akan bergerak dalam kisaran Resistance 1.1710-1.1738.