(Vibiznews-Forex) – Posisi yen Jepang dalam pair USDJPY melanjutkan penguatan akhir pekan pada perdagangan forex sesi Eropa hari Senin (27/4/2026) oleh pelemahan dolar AS.
Pair USDJPY ini berada di bawah tekanan karena dolar AS berbalik arah di tengah tanda-tanda kesiapan Iran terkait gencatan senjata permanen dengan Amerika Serikat. Terdapat laporan media dimana Iran telah mengajukan proposal baru kepada AS yang bertujuan untuk membuka kembali Selat Hormuz dan mengakhiri konflik.
Iran telah menyampaikan proposal lain mengenai negosiasi ambisi nuklir Teheran dengan prasyarat pencabutan blokade AS untuk pembukaan kembali Selat Hormuz.
Pada akhir pekan lalu Presiden AS Donald Trump mengumumkan bahwa ia telah membatalkan kunjungan utusan AS ke Islamabad karena menurutnya buang-buang waktu.
Gencatan senjata permanen AS-Iran, bersamaan dengan pembukaan kembali Hormuz, akan menjadi situasi yang tidak menguntungkan bagi dolar AS, karena akan menahan ekspektasi inflasi dan mengurangi harapan kenaikan suku bunga oleh Federal Reserve (Fed) dalam waktu dekat.
Meskipun yen diperdagangkan lebih tinggi terhadap dolar AS, namun tetap turun terhadap mata uang lainnya menjelang pengumuman kebijakan moneter Bank Sentral Jepang (BoJ) pada hari Selasa.
Secara teknikal pair USDJPY sudah menembus support kuatnya dan menurut analyst Vibiz Research Center pair bersiap memasuki fase konsolidasi bullish.
Pair kini berada di posisi 159,08 dan sedang turun ke posisi 159.00, jika tembus meluncur ke support lemahnya di S2.
Namun jika pair tidak menembus 158.95, berpotensi berbalik naik menuju posisi pembukaan 159,53, jika tembus lanjut ke kisaran resisten kuatnya di posisi R1.
| R3 | R2 | R1 | Pivot | S1 | S2 | S3 |
| 160.37 | 160.05 | 159.72 | 159.50 | 159.17 | 158.93 | 158.62 |



