Rekomendasi Harga Minyak 27 April 2026 : Dapat Naik Terpicu Ketegangan Selat Hormuz Setelah Kegagalan Pertemuan AS-Iran

122

(Vibiznews – Commodity) Harga minyak mentah ditutup turun pada hari Jumat, terpicu rencana perundingan putaran kedua AS-Iran.

Harga minyak mentah berjangka WTI AS berakhir turun 1,51% pada $94,40 per barel.

Harga minyak mentah berjangka Brent berakhir turun 0,22% pada $99,13 per barel.

Pada hari Jumat dilaporkan bahwa Presiden Trump akan mengirim dua utusan ke Pakistan akhir pekan untuk pembicaraan dengan Iran.

Harapan pertemuan AS dan Iran membebani harga minyak mentah. Bloomberg melaporkan pada hari Jumat bahwa Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi diperkirakan akan tiba di Pakistan pada Jumat malam untuk kemungkinan putaran kedua pembicaraan damai antara AS dan Iran. Namun, Iran mengatakan tidak ada pembicaraan yang dijadwalkan antara pejabat AS dan Iran.

Harga energi tetap tertekan karena Selat Hormuz pada dasarnya tertutup, yang mengancam akan memperdalam krisis energi global.

Namun pada akhir pekan rencana pertemuan putaran kedua AS-Iran gagal dilaksanakan.

Pada hari Sabtu, Presiden AS Donald Trump membatalkan rencana untuk mengirim utusan AS Steve Witkoff dan Jared Kushner ke Islamabad, Pakistan untuk bernegosiasi dengan Iran.

Trump menyatakan dalam sebuah unggahan di Truth Social bahwa terlalu banyak waktu terbuang untuk bepergian, selain itu, ada perselisihan dan kebingungan yang luar biasa di dalam ‘kepemimpinan’ Iran.

Demikian juga, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi melakukan perjalanan ke Islamabad selama akhir pekan tetapi hanya bertemu dengan pejabat Pakistan.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, harga minyak dapat bergerak naik dengan kegagalan pertemuan kedua AS-Iran, memicu kembali ketegangan di Selat Hormuz. Harga minyak mentah berjangka WTI diperkirakan bergerak dalam kisaran Resistance $97,27-$100,15. Namun jika turun, akan bergerak dalam kisaran Support $92,10-$89,81.