(Vibiznews – IDX) – Dalam perdagangan bursa saham, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) penutupan Selasa sore ini (28/4), terpantau melemah 34,128 poin (0,48%) ke level 7.072,392 setelah dibuka naik ke level 7.124.958.
IHSG bergerak terkoreksi ke level 3 minggu terendahnya searah dengan regional, sementara bursa kawasan Asia sore ini umumnya mixed bias melemah di tengah investor mencerna perkembangan negosiasi AS-Iran dan masih tingginya harga minyak mentah dunia, serta mencermati Wall Street yang berakhir semalam dengan dua indeksnya kembali mencatat rekor tertinggi.
Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) sore ini 0,29% atau 50 poin ke level Rp 17.240, dengan dollar AS di pasar uang Eropa menanjak setelah melemah 2 hari di sesi global sebelumnya; bergerak terbatas di tengah ketidakpastian negosiasi dan akhir perang Iran serta menjelang pertemuan the Fed dan bank sentral global lain minggu ini.
Rupiah melemah dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp 17.190, serta terpantau terkoreksi dari rebound dua hari sebelumnya.
Mengawali perdagangannya, IHSG menguat 18,438 poin (0,26%) ke level 7.124.958. Sedangkan indeks LQ45 naik 1,760 poin (0,26%) ke level 688,500. Siang ini IHSG melemah 10,939 poin (0,15%) ke level 7.095,581. Sementara LQ45 terlihat turun 0,25% atau 1,690 poin ke level 685,050.
IHSG kemudian bertahan di zona merah dan ditutup melemah 34,128 poin (0,48%) ke level 7.072,392. Sementara LQ45 terlihat turun 0,64% atau 4,420 poin ke level 682,320. Tercatat saat ini sebanyak 339 saham naik, 350 saham turun dan 129 saham stagnan.
Sementara itu, bursa regional sore ini terpantau bias melemah, di antaranya Nikkei yang turun 1,02%, dan Hang Seng yang tergerus 0,95%.
Analis Vibiz Research Center melihat pergerakan bursa kali ini terkoreksi ke level 3 minggu terendahnya, sementara bursa kawasan Asia sore ini umumnya melemah di tengah investor mencerna perkembangan negosiasi AS-Iran dan tingginya harga minyak dunia, serta mencermati Wall Street yang berakhir dengan kembali mencatat rekor tertinggi.
Berikutnya IHSG kemungkinan masih dalam bias negatif, dengan mengacu kepada fundamental bursa kawasan. Resistance mingguan saat ini berada di level 7.578 dan 7.773. Sedangkan bila menemui tekanan jual di level ini, support ke level 6,917 dan bila tembus ke level 6,838.
Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting Group



