(Vibiznews – IDX) – Dalam perdagangan bursa saham, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Rabu pagi ini (29/4), terpantau menguat 25,370 poin (0,36%) ke level 7.097,762 setelah dibuka naik ke level 7.124.958.
IHSG bergerak rebound terbatas setelah 7 hari tertekan pada level 3 minggu terendahnya, sementara bursa kawasan Asia pagi ini umumnya dibuka mixed di tengah investor mencerna kenaikan harga minyak kembali, pecahnya anggota OPEC, serta mencermati Wall Street yang berakhir semalam dalam koreksi dari rekor tertingginya.
Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) pagi ini flat 0,00% atau 0 poin ke level Rp 17.240, dengan dollar AS di pasar uang Asia merangkak naik setelah menguat di sesi global sebelumnya; beranjak naik di tengah ketidakpastian negosiasi perang Iran yang menambah permintaan dollar sebagai safe haven.
Rupiah melandai dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp 17.240, serta terpantau dekat dengan rekor terlemah sebelumnya.
Mengawali perdagangannya, IHSG menguat 35,890 poin (0,51%) ke level 7.108.282. Sedangkan indeks LQ45 naik 2,560 poin (0,38%) ke level 684,880. Pagi ini IHSG melemah 25,370 poin (0,36%) ke level 7.097,762. Sementara LQ45 terlihat naik 0,38% atau 2,560 poin ke level 684,880.
Tercatat saat ini sebanyak 363 saham naik, 247 saham turun dan 195 saham stagnan.
Sementara itu, bursa Wall Street ditutup pada dini hari tadi dengan serempak terkoreksi, turun dari rekor tertingginya untuk S&P500 dan Nasdaq, dipicu oleh kurangnya kinerja keuangan saham teknologi Open AI, Oracle dan lainnya, dan naiknya harga minyak mentah dunia. Dow Jones berakhir turun tipis 0,05%, S&P 500 melemah 0,49%, serta Nasdaq merosot 0,90%. Sedangkan, bursa regional pagi ini terpantau mixed, di antaranya ASX 200 yang turun 0,20%, dan Hang Seng yang menanjak 1,21%.
Analis Vibiz Research Center melihat pergerakan bursa kali ini dalam konsolidasi dekat level 3 minggu terendahnya, sementara bursa kawasan Asia pagi ini umumnya mixed di tengah investor mencerna kenaikan harga minyak kembali, pecahnya anggota OPEC, serta mencermati Wall Street yang berakhir semalam dalam koreksi.
Berikutnya IHSG kemungkinan akan konsolidasi dalam rentang agak terbatas, dengan mengacu kepada fundamental bursa kawasan. Resistance mingguan saat ini berada di level 7.578 dan 7.773. Sedangkan bila menemui tekanan jual di level ini, support ke level 6,917 dan bila tembus ke level 6,838.
Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting Group



