(Vibiznews – Commodity) Harga minyak mentah berakhir melonjak pada hari Selasa terpicu kegagalan negosiasi antara AS dan Iran membuat Selat Hormuz tetap tertutup, sehingga memperketat pasokan minyak global.
Harga minyak mentah berjangka WTI AS kontrak Juni 2026 berakhir melonjak 3,69% pada $99,93 per barel.
Harga minyak mentah berjangka Brent berakhir melonjak 2,66% pada $10,40 per barel.
Harga minyak mentah melonjak pada hari Selasa setelah diberitakan Presiden AS Donald Trump tidak puas dengan proposal terbaru Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz dan mengakhiri perang, yang mencakup penundaan negosiasi nuklir.
Trump mengatakan bahwa kesepakatan apa pun harus mencakup perjanjian untuk mengekang aktivitas nuklir Iran.
Kenaikan harga minyak mentah juga berkurang pada hari Selasa setelah Uni Emirat Arab (UEA) mengatakan akan meninggalkan OPEC pada 1 Mei. Keputusan UEA, produsen terbesar ketiga di OPEC, untuk meninggalkan kartel berpotensi menurunkan harga minyak mentah, karena memungkinkan UEA untuk meningkatkan produksi tanpa dibatasi oleh kuota produksi OPEC.
Malam nanti akan dirilis data pasokan minyak mentah mingguan AS oleh EIA.
Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, harga minyak dapat bergerak naik terpicu kebuntuan negosiasi AS-Iran yang memicu ketegangan kembali, termasuk di selat Hormuz. Namun keputusan UEA untuk keluar dari OPEC dapat menekan harga minyak, karena UEA dapat meningkatkan produksi tanpa dibatasi kuota produksi OPEC. Harga minyak berjangka WTI AS diperkirakan bergerak dalam kisaran Support $96,83-$93,73. Namun jika naik, akan bergerak dalam kisaran Resistance $102,44-$104,95.



