Rekomendasi Harga Minyak 30 April 2026 : Naik Terpicu Ketegangan Selat Hormuz dan Penurunan Pasokan AS

131

(Vibiznews – Commodity) Harga minyak mentah berakhir melonjak tajam pada hari Rabu, terpicu kegagalan negosiasi AS-Iran yang membuat Selat Hormuz tetap tertutup, sehingga memperketat pasokan minyak global.

Harga minyak mentah berjangka WTA AS kontrak Juni 2026 berakhir melonjak tinggi 6,95% pada $106,88 per barel.

Harga minyak mentah berjangka Brent berakhir melonjak tinggi 5,79% pada $110,44 per barel.

Harga minyak mentah melonjak ke level tertinggi pada Rabu sore ketika Presiden Trump mengatakan kepada Axios bahwa ia tidak akan mencabut blokade angkatan laut terhadap pelabuhan Iran sampai ia mencapai kesepakatan dengan Iran untuk mengatasi program nuklir negara tersebut.

Harga minyak mentah menambah kenaikannya setelah laporan inventaris mingguan EIA yang bullish.

Laporan mingguan EIA pada hari Rabu berdampak positif bagi minyak mentah dan produk-produknya. Persediaan minyak mentah EIA turun sebesar -6,23 juta barel, penurunan yang lebih besar dari perkiraan -190.000 barel. Selain itu, pasokan bensin EIA turun 6,075 juta barel, penurunan yang lebih besar dari perkiraan -2,785 juta barel. Selanjutnya, stok distilat EIA turun 4,49 juta barel ke level terendah dalam 9,5 bulan, penurunan yang lebih besar dari perkiraan.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, harga minyak dapat bergerak naik terpicu kebuntuan negosiasi AS-Iran yang memicu ketegangan di selat Hormuz. Penurunan pasokan minyak mentah mingguan AS juga meningkatkan harga minyak. Harga minyak berjangka WTI AS diperkirakan bergerak dalam kisaran Resistance $110,85-$114,81. Namun jika turun, akan bergerak dalam kisaran Support $100,67-$94,45.