Rekomendasi Forex EUR/USD 1 Mei 2026 : Dapat Turun Dengan Rebound Dolar AS

85

(Vibiznews – Forex) Mata uang Euro berakhir naik pada hari Kamis, terbantu pelemahan dolar AS.

Pasangan mata uang EUR/USD berakhir naik 0,48% pada 1.1732.

Kenaikan Euro terdukung dolar AS yang lebih lemah.

Dukungan juga datang dari data CPI Zona Euro bulan April yang naik dengan laju tercepat dalam 2,5 tahun, dan tingkat pengangguran Zona Euro bulan Maret mencapai rekor terendah, faktor-faktor hawkish untuk kebijakan ECB.

Indeks Harga Konsumen (CPI) Zona Euro pada bulan April naik +3,0% y/y, sesuai dengan ekspektasi dan laju kenaikan terkuat dalam 2,5 tahun. CPI inti April naik +2,2% y/y, sesuai dengan ekspektasi.

Tingkat pengangguran Zona Euro pada bulan Maret turun -0,1% dan mencapai rekor terendah 6,2%, sesuai dengan ekspektasi.

Kenaikan Euro meningkat pada Kamis sore setelah beberapa pejabat ECB mengatakan ECB akan menaikkan suku bunga pada pertemuan Juni jika harga energi terus naik.

Namun kenaikan Euro terbatas, setelah data ekonomi Zona Euro pada hari Kamis menunjukkan bahwa PDB Zona Euro kuartal pertama tumbuh lebih lemah dari perkiraan dan penjualan ritel Jerman pada bulan Maret turun paling banyak dalam hampir 3,5 tahun.

PDB Zona Euro kuartal pertama naik +0,1% q/q dan +0,8% y/y, lebih lemah dari ekspektasi +0,2% m/m dan +0,9% y/y.

ECB, seperti yang diperkirakan, mempertahankan suku bunga fasilitas deposito tidak berubah pada 2,00% dan mengatakan, “Risiko kenaikan inflasi dan risiko penurunan pertumbuhan telah meningkat.”

Presiden ECB Christine Lagarde mengatakan, “Prospek pertumbuhan ekonomi sangat tidak pasti dan akan bergantung pada berapa lama perang di Timur Tengah akan berlangsung, seberapa kuat pengaruhnya terhadap pasar energi dan komoditas lainnya, serta rantai pasokan global.” Ia menambahkan, “Informasi yang masuk menunjukkan bahwa konflik tersebut membebani aktivitas ekonomi, survei menunjukkan perlambatan pertumbuhan, dan konsumen serta bisnis menjadi kurang percaya diri tentang masa depan.”

Diberitakan bahwa beberapa pejabat ECB mengatakan mereka kemungkinan akan menaikkan suku bunga pada pertemuan Juni mereka kecuali ada perkembangan positif pada harga energi dan berakhirnya perang Iran.

Swap memperhitungkan kemungkinan 89% kenaikan suku bunga sebesar +25 bp oleh ECB pada pertemuan kebijakan berikutnya pada 11 Juni.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, mata uang Euro dapat bergerak turun jika dolar AS naik dengan masih berlangsungnya ketegangan AS-Iran. Pasangan mata uang EUR/USD diperkirakan bergerak dalam kisaran Support 1.1677-1.623. Namun jika naik, akan bergerak dalam kisaran Resistance 1.1764-1.1797.