(Vibiznews – IDX) – Dalam perdagangan bursa saham, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) penutupan Kamis sore ini (7/5), terpantau menguat signifikan 81,854 poin (1,15%) ke level 7.174,321 setelah dibuka turun ke level 7.129.904.
IHSG bergerak rally hari keempat di sekitar 1,5 minggu tertingginya, sementara bursa kawasan Asia sore ini umumnya bias menguat dengan Nikkei di area rekornya di tengah berita mendekatnya deal antara AS – Iran serta turunnya kembali harga minyak mentah, serta mencermati Wall Street yang berakhir semalam dengan melaju mencetak rekor.
Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) sore ini menguat signifikan 0,26% atau 45 poin ke level Rp 17.335, dengan dollar AS di pasar uang Eropa beranjak turun setelah melemah di sesi global sebelumnya; terkoreksi di tengah bertambahnya optimisme investor terhadap peluang deal perang AS – Iran.
Rupiah menguat dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp 17.380, serta terpantau rebound di hari kedua menjauhi posisi rekor terlemahnya.
Mengawali perdagangannya, IHSG menguat 37,437 poin (0,53%) ke level 7.129.904. Sedangkan indeks LQ45 naik 7,550 poin (1,11%) ke level 690,310. Siang ini IHSG menguat 25,511 poin (0,36%) ke level 7.117,978. Sementara LQ45 terlihat naik 0,90% atau 6,170 poin ke level 688,930.
IHSG kemudian bergerak menanjak perlahan dan ditutup menguat 81,854 poin (1,15%) ke level 7.174,321. Sementara LQ45 terlihat naik 1,56% atau 10,640 poin ke level 693,400. Tercatat saat ini sebanyak 361 saham naik, 295 saham turun dan 160 saham stagnan.
Sementara itu, bursa regional sore ini terpantau bias menguat, di antaranya Nikkei yang melonjak 5,58%, dan Hang Seng yang naik 1,57%.
Analis Vibiz Research Center melihat pergerakan bursa kali ini rally ke sekitar 1,5 minggu tertingginya, sementara bursa kawasan Asia sore ini umumnya menguat dengan Nikkei di area rekornya di tengah berita turunnya kembali harga minyak mentah, serta mencermati Wall Street yang berakhir semalam dengan rekor.
Berikutnya IHSG kemungkinan akan sempat diincar profit taking, dengan mengacu kepada fundamental bursa kawasan. Resistance mingguan saat ini berada di level 7.230 dan 7.578. Sedangkan bila menemui tekanan jual di level ini, support ke level 6,838 dan bila tembus ke level 6,745.
Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting Group



